Tekno  

199 mayat di AS menunggu untuk dihidupkan kembali dengan bantuan teknologi canggih

ARIZONA – Bagi sebagian orang di Scottsdale, Arizona, Amerika Serikat (AS), kematian hanyalah sebuah istilah yang menunjukkan bahwa mereka tidak aktif di kehidupan sekarang. Mereka percaya bahwa suatu saat mereka akan bisa “dihidupkan kembali” dengan bantuan teknologi canggih.
Dibangkitkan kembali setelah kematian adalah kemungkinan yang diyakini oleh mereka yang bekerja di Alcor Life Extension Foundation (ALEF).
Di dalam laboratorium raksasa di Scottsdale ini terdapat tangki berisi nitrogen cair. Di dalam tangki tersebut terdapat 199 jenazah dan kepala manusia yang telah dipilih untuk diawetkan dengan teknik kriopreservasi dengan harapan dapat dihidupkan kembali di kemudian hari.
Alcor menyebut mereka pasien, bukan mayat. Mereka umumnya adalah orang-orang yang meninggal karena penyakit serius seperti kanker, penyakit degeneratif penurunan sel saraf motorik, atau penyakit lain yang hingga saat ini belum ada obatnya.
Mantan CEO Alcor, Max More, mengatakan dia melihat kriopreservasi sebagai perpanjangan dari pengobatan darurat.
“Kami telah sampai pada tahap di mana para dokter pada titik ini telah menyerah. Obat-obatan dan teknologi saat ini tidak cukup untuk membuat Anda tetap hidup. Tapi kami katakan, daripada mengubur pasien, berikan saja kepada kami. Kami akan menstabilkannya, mencegahnya membusuk, dan mempertahankannya selama diperlukan sehingga teknologi memungkinkannya untuk dihidupkan kembali.”
Natasha Vita-More, istri Max Moore, juga merupakan satu dari 1.392 orang yang masih hidup dan telah terdaftar untuk dilestarikan. Namun, futuris dan penulis ini hanya mendaftar untuk otaknya. Artinya hanya otak yang akan diawetkan dengan kriopreservasi, sedangkan bagian tubuh lainnya akan dikebumikan seperti mayat pada umumnya.
Salah satu pasien Alcor adalah Matheryn Naovaratpong, orang termuda yang dibekukan secara kriogenik.
“Seorang gadis kecil dari Thailand yang menderita kanker otak. Kedua orang tuanya adalah dokter dan dia menjalani beberapa operasi otak dan sayangnya tidak ada yang berhasil. Jadi mereka menghubungi kami,” jelas Moore.
Kasus Naovaratpong adalah salah satu dari sedikit kasus di Alcor yang terbuka untuk umum. Kasus lain dengan penyakit terminal adalah Hal Finney, yang meninggal karena myotrophic lateral sclerosis (ALS). Finney terkenal di komunitas cryptocurrency karena menjadi penerima transaksi Bitcoin pertama.
Beberapa selebriti dikabarkan menjadi atau pernah menjadi pasien. Paris Hilton dilaporkan telah mendaftar untuk cryopreservation. Pendiri America’s Got Talent, Simon Coldwell, secara terbuka mengumumkan keanggotaannya pada tahun 2011 tetapi kemudian memilih keluar.
Desas-desus tentang produser film Walt Disney yang dibekukan beredar selama beberapa dekade, tetapi kemudian dibantah oleh keluarganya sendiri. Pemain bisbol legendaris Ted Williams, yang meninggal pada tahun 2002, saat ini terdaftar sebagai salah satu pasien Alcor.
Alcor tidak hanya menerima manusia sebagai pasien, tetapi juga hewan peliharaan. Sejumlah orang kaya dikabarkan memelihara anjing kesayangan mereka di sana.
Sementara itu, Dokter Arthur Caplan, Direktur Divisi Etika Medis dan profesor Bioetika di Fakultas Kedokteran Universitas New York, mengaku pesimis dengan ambisi Alcor. Dia mengatakan ide cryopreservation terlalu mengada-ada.
“Satu-satunya kelompok yang Anda lihat semakin bersemangat tentang kemungkinan itu adalah orang-orang yang berspesialisasi dalam mempelajari masa depan yang jauh atau orang-orang yang tertarik untuk membuat Anda membayar uang untuk melakukannya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.