Tekno  

7 Fakta Terbaru Terungkap dalam Tragedi Kanjuruhan

TEMPO.CO, Jakarta – Tim Gabungan Pencari Fakta Independen atau TGIPF masih terus menyelidiki penyebab tragedi Kanjuruhan. Fakta terbaru mulai bermunculan, mulai dari gas air mata kadaluarsa hingga pemecatan Kapolda Jatim.

Berikut 6 fakta terbaru tragedi yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Jawa Timur pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

1. Polisi akui gas air mata sudah kadaluarsa

Polri mengakui bahwa gas air mata yang digunakan dalam tragedi Kanjuruhan telah habis masa berlakunya. Namun, Kabag Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan gas air mata kadaluarsa tidak berbahaya. Menurutnya, senyawa dalam gas air mata berbeda dengan makanan. Ia menjelaskan, jika gas air mata memasuki masa kadaluarsa, kadar kimianya justru akan menurun.

“Jadi kalau sudah kadaluarsa maka kadar zat kimianya akan berkurang, maka kemampuannya juga akan menurun,” kata Dedi saat konferensi pers di Gedung TNCC Mabes Polri, Senin, 10 Oktober 2022.

Kapolri juga mengklaim, tewasnya korban Tragedi Kanjuruhan bukan karena gas air mata, melainkan karena kekurangan oksigen. Ia mengacu pada pendapat Prof. Made Gegel, guru besar Universitas Udayana. Menurutnya, gas air mata dalam skala tinggi tidak mematikan.

Polri kemudian menilai penyebab kematian para korban adalah kekurangan oksigen akibat overcrowding, injak-injak, dan penumpukan. Jadi, kata dia, banyak korban meninggal di pintu 13, pintu 11, pintu 14, dan pintu 3.

2. Kapolres Jawa Timur Nico Afinta dicopot

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikabarkan memecat Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. Jabatan Kapolda Jatim kemudian digantikan Irjen Teddy Minahasa.

Kabar pemecatan Nico beredar dalam salinan surat Telegram bernomor ST/2134/X/KEP/2022 tertanggal 10 Oktober 2022.

“Inspektur Jenderal Pol Dr Nico Afinta Kapolda Jatim dilantik dengan jabatan baru sebagai Sahlisosbud Kapolri,” demikian bunyi surat Telegram yang dikutip Tempo, Senin, 10 Oktober 2022.

3. Enam tersangka akan dimintai keterangan

Keenam tersangka yang ditetapkan dalam Tragedi Kanjuruhan akan diperiksa pada hari ini, Selasa, 11 Oktober 2022.

Dedi menyatakan, penyidikan akan dilakukan di Polda Jatim.

Fokus penyidikan pada dugaan Pasal 35 ayat 9 dan/atau Pasal 360 dan/atau Pasal 103 ayat 1 UU Keolahragaan. Namun, Dedi belum bisa menjelaskan apakah keenam tersangka itu akan langsung ditahan penyidik.

Keenam tersangka tersebut adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pertandingan Arema FC Abdul Haris, Petugas Keamanan Suko Sutrisno, Komandan Kompi III Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman, Kapolres Malang Ops Wahyu SS, dan Kapolres Samapta. Ajun Komisaris Polisi Malang Bambang Sidik Achmadi.

4. FIFA berencana membentuk tim transformasi sepakbola di Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan Presiden FIFA Gianni Infantino akan datang ke Indonesia pada 18 Oktober mendatang. Belum diketahui agenda apa yang akan dilakukan Gianni selama di Indonesia, namun menurut Amali, kedatangan FIFA untuk mengawal transformasi sepakbola Indonesia.

Kedatangan delegasi FIFA ke Indonesia diawali dengan komunikasi Presiden Joko Widodo melalui surat kepada federasi sepakbola dunia. Dalam jawaban Presiden Jokowi, FIFA menyinggung kemungkinan kerjasama untuk membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia.

“Kalau saya hanya mendapat informasi dari surat yang dikirimkan Presiden FIFA kepada Presiden Republik Indonesia, sebatas itu,” kata Amali.

5. TGIPF telah menerima bukti dan kesaksian dari Aremania

TGIPF mengaku telah memperoleh bukti dan informasi penting terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang tersebut. Bukti dan informasi penting didapat dari Aremania, suporter yang tergabung dalam Tim Gabungan Aremania pada Sabtu, 8 Oktober 2022.

“Kepada TGIPF, teman-teman Aremania ramai-ramai menyampaikan testimoninya secara bergantian dari berbagai stand, serta tuntutan kepada penyelenggara kompetisi,” kata anggota TGIPF Akmal Marhali dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 10 Oktober 2022.

“Saat kami bertemu dengan saksi dan korban, kami memperoleh berbagai bukti penting. Ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kami sehingga kami bisa mengungkap peristiwa Kanjuruhan secara tuntas dan independen,” kata Akmal.

Akmal juga mengaku telah mendengar kesaksian dan melihat luka di tubuh korban. Diantaranya, mata korban mulai menghitam kemudian memerah dan ada korban yang masih merasakan sesak di dada.

TGIPF juga mengungkapkan telah melihat berbagai rekaman CCTV dan menerima selongsong gas air mata di lapangan sebagai barang bukti yang kemudian akan diproses oleh tim.

6. Kekerasan juga terjadi di luar stadion

Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil untuk tragedi Kanjuruhan mengungkapkan, polisi tidak hanya menembakkan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan Malang pada saat kejadian.

Koalisi yang terdiri dari LBH Pos Malang, LBH Surabaya, YLBHI, Lokataru, IM 57+ Institute, dan KontraS menemukan gas air mata juga ditembakkan polisi di luar lapangan.

Penembakan di luar stadion dinilai memperparah kondisi Aremania. Usai berdesak-desakan, suporter juga mengalami sesak napas saat berusaha keluar dari area stadion dan harus menghirup gas air mata lagi di luar Stadion Kanjuruhan.

“Diduga kuat kondisi pasca tribun merupakan momen banyak penonton yang meninggal dunia. Saat itu belum didapatkan kondisi medis yang optimal untuk merespon kondisi kritis penonton yang terpapar asap rokok,” bunyi pernyataan koalisi.

7. Penyintas tragedi Kanjuruhan diintimidasi

Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil juga menyatakan telah menerima laporan dari penyintas tragedi Kanjuruhan terkait intimidasi pasca kejadian. Para penyintas menerima ancaman melalui sarana komunikasi atau langsung setelah kejadian.

“Kami menduga hal itu dilakukan untuk menimbulkan ketakutan pada saksi dan korban untuk memberikan kesaksian,” kata Koalisi dalam keterangan resminya, Minggu, 9 Oktober 2022.

TPF Koalisi juga menyatakan sedang menyelidiki fakta, serta berkomunikasi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menyampaikan sejumlah laporan tersebut.

RIANI SANUSI PUTRI | HAMDAN CHOLIFUDIN ISMAIL | M JULNIS FIRMANSYAH

Baca: Profil Irjen Teddy Minahasa Kapolda Jatim Baru: Pernah Pembantu Wapres Ketua Moge Club

Leave a Reply

Your email address will not be published.