Tekno  

8 “Dosa” PSSI Terungkap Pasca Tragedi Kanjuruhan

KOMPAS.com – Tim Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF) yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah memberikan kesimpulan dan rekomendasi kepada PSSI terkait Tragedi Kanjuruhan.

Hal itu disampaikan Joko Widodo usai rapat dengan Kapolri, Kapolri, dan Kapolri di Istana Negara, Jumat (14/10/2022) siang WIB.

TGIPF yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD menilai ada delapan “dosa” PSSI pasca Tragedi Kanjuruhan.

Dalam daftar dosa, tidak semuanya terkait dengan Tragedi Kanjuruhan. Namun, PSSI juga memiliki catatan buruk sebagai federasi sepak bola Indonesia.

Baca juga: Niat PSSI Soal Tragedi Kanjuruhan Di Luar Niat

Berikut delapan “dosa” PSSI dalam Tragedi Kanjuruhan:

  1. Tidak melakukan sosialisasi/pelatihan yang memadai tentang peraturan FIFA dan PSSI kepada penyelenggara pertandingan, baik kepada panitia penyelenggara, aparat keamanan maupun suporter;
  2. Tidak mempersiapkan personel match commissioner yang memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan, dalam mempersiapkan dan melaksanakan pertandingan sesuai dengan SOP yang berlaku;
  3. Tidak mempertimbangkan faktor risiko saat menyusun jadwal kolektif untuk penyelenggaraan Liga 1;
  4. Keengganan PSSI untuk bertanggung jawab atas berbagai insiden/kecelakaan dalam penyelenggaraan pertandingan yang tercermin dalam peraturan PSSI (peraturan keselamatan dan keamanan PSSI 2021) yang membebaskan diri dari tanggung jawab dalam penyelenggaraan pertandingan;
  5. Kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Liga oleh PSSI;
  6. Adanya regulasi PSSI yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan dalam struktur kepengurusan, khususnya unsur pimpinan PSSI (Komite Eksekutif) yang diperbolehkan berasal dari pengurus/pemilik klub;
  7. Masih terdapat praktik yang tidak memperhatikan faktor kesejahteraan petugas di lapangan;
  8. Tidak menjalankan tugas dan kewajibannya dalam pengawasan pertandingan sepak bola Liga Indonesia dan pembinaan klub sepak bola di Indonesia.

Baca juga: Ketua Umum PSSI dan Shin Tae-yong, Exco Bela dengan tagar #STYOut

Semua pihak mempertanyakan orang-orang yang bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan.

Namun, yang terlihat saat ini hanyalah pelemparan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat, mulai dari federasi, operator, lembaga penyiaran, hingga kepolisian sebagai pengamanan.

PSSI secara regulasi menyerahkan semua tanggung jawab kepada panitia pelaksana (Panpel).

Lalu, apa sebenarnya tanggung jawab PSSI?

“Teman-teman PSSI sangat bertanggung jawab. Bentuk pertanggungjawaban itu seperti apa? Suatu saat kejadian tadi pagi, Ketua Umum (Mochamad Iriawan) langsung terbang ke Malang. Ini salah satu bentuk tanggung jawab,” kata Exco PSSI, Sonhadji .

Baca juga: PSSI Temui FIFA-AFC: Transformasi Satgas Komitmen, ke Lini Waktu Agenda Selanjutnya

“Dia menghabiskan 8 hari di Malang menangani ini, mengatur dan sebagainya, mengirim tim investigasi dari segala jenis, mengunjungi rumah korban, lalu yang lain,” katanya.


Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Kompas.com. Jom join grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.