Tekno  

Anak Perusahaan GOTO dan Pertamina Menjajaki Mengerjakan Proyek Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

BALI – Electrum, perusahaan patungan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo Group, IDX: GOTO) dan PT TBS Energi Utama Tbk (IDX: TOBA), telah menandatangani term sheet kerjasama (Heads of Agreement Terms Sheet) dengan Pertamina Energi Baru dan Terbarukan (Pertamina EBT), anak perusahaan PT Pertamina (Persero).

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Managing Director Electrum, Patrick Adhiatmadja dan Chief Executive Officer Pertamina Electrum, Dannif Danusaputro.

Electrum dan Pertamina EBT akan menjajaki kerja sama di ekosistem kendaraan listrik termasuk kerja sama terkait infrastruktur baterai seperti pengembangan teknologi, manufaktur, hingga komersialisasi.

Patrick Adhiatmadja, Managing Director Electrum, menyatakan perseroan siap menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang lengkap dan terintegrasi. “Electrum dan Pertamina EBT siap mendukung pencapaian target transformasi energi nasional. Potensi adopsi kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan kerjasama yang komprehensif dari berbagai pihak, termasuk swasta dan BUMN, agar ekosistem kendaraan listrik dapat berjalan dengan baik. berkembang secara optimal dan dapat dimanfaatkan secara luas,” ujar Patrick (14/11).

Lebih lanjut, dalam paparannya di BloombergNEF Summit Bali 2022, Patrick mengatakan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Asia Tenggara. Menurutnya, pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dapat memberikan nilai tambah ekonomi senilai USD 10 miliar dan membuka hingga 200.000 lapangan kerja baru pada tahun 2030.

“Indonesia memiliki tiga keunggulan utama dalam mengembangkan industri kendaraan listrik. Pertama, posisi Indonesia sebagai pasar sepeda motor roda dua terbesar di Asia Tenggara. Kedua, sudah memiliki kemampuan dalam pembuatan kendaraan bermotor. Terakhir, cadangan nikel terbesar dunia adalah bahan utama pembuatan baterai. Ketiga hal tersebut menegaskan bahwa potensi sepeda motor listrik Indonesia layak untuk digarap secara serius, bahkan sudah banyak investor global yang meliriknya,” ujar Patrick.

Ia menambahkan, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di sisi supply dan demand. “Pengembangan infrastruktur baterai menjadi salah satu solusi untuk memastikan akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pengembangan kendaraan listrik harus berjalan seiring dengan pengembangan infrastruktur baterai. Elektrum berada di posisi strategis untuk terus mendapatkan keuntungan. wawasan pengembangan infrastruktur baterai khususnya mekanisme pengisian ulang baterai melalui uji coba yang dilakukan bersama mitra driver Gojek.”

Sebelumnya, Electrum telah menjalin kerja sama dengan anak perusahaan Pertamina lainnya, yakni Pertamina Patra Niaga, untuk uji coba kendaraan listrik di Jakarta bersama Gogoro dan Gesits.

Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia juga memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Di sisi lain, Pertamina saat ini sedang giat melakukan dekarbonisasi bisnis dan membangun bisnis hijau melalui anak usahanya, Pertamina NRE.

Tak hanya ekosistem kendaraan listrik, Pertamina EBT juga mengembangkan bahan bakar non fosil untuk kendaraan, yakni hidrogen bersih. Hidrogen bersih yaitu hidrogen biru dan hidrogen hijau dapat menjadi solusi bagi industri yang sulit didekarbonisasi dan sektor transportasi. Pertamina EBT juga menggandeng berbagai mitra strategis untuk mengembangkan hidrogen bersih.

Pertamina EBT berkomitmen untuk mendukung roadmap net zero Indonesia dan Sustainable Development Goals melalui implementasi environment, social and governance (ESG).

Kolaborasi antara Electrum dengan berbagai pihak termasuk Pertamina EBT merupakan contoh langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menghadirkan ekosistem yang inklusif dan inovatif sebagai wujud visi dan misi Indonesia untuk menjadi pionir dalam pengembangan kendaraan listrik baik regional maupun regional. secara global.

Sementara itu, Dannif mengatakan perubahan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik akan terjadi cepat atau lambat. Pertamina EBT melalui Indonesia Battery Corporation berpartisipasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Kami yakin kerjasama dengan berbagai pihak akan mempercepat pengembangan ekosistem ini, termasuk kerjasama strategis dengan Electrum ini,” kata Dannif. (RI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.