Tekno  

Analis Prediksi Rupiah Masih Lemah Minggu Depan

TEMPO.CO, Jakarta – Rupiah masih berpeluang melemah pada perdagangan minggu depan. Direktur PT Profit Forexindo Berjangka Ibrahim Ascustombi memperkirakan mata uang Garuda akan ditutup melemah di kisaran Rp. 15.410-15.460 per dolar AS.

“Hari ini rupiah ditutup melemah 65 poin di level Rp 14.427,” kata Ibrahim di Jakarta dalam keterangannya, Jumat, 14 Oktober 2022.

Seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah, dolar terpantau terus menguat. Meskipun jatuh terhadap sebagian besar mata uang, dolar masih pada level tertinggi dalam kondisi perdagangan yang bergejolak.

Sejumlah faktor tampaknya mendorong penguatan dolar dan pelemahan rupiah. Ibrahim mengatakan pasar masih akan khawatir dengan kondisi ekonomi global yang mencekam.

“Dunia saat ini menghadapi peningkatan risiko, inflasi tinggi, pertumbuhan upah, kerawanan energi dan pangan, risiko iklim, dan fragmentasi geopolitik,” katanya.

Baca juga: Rupiah Diprediksi Masih Tertekan Oleh Lonjakan Greenback Hari Ini

Dia memprediksi situasi global akan tetap sulit pada 2022 dan mungkin berlanjut hingga 2023. Ibrahim melanjutkan, perang Rusia-Ukraina terus memperburuk krisis ketahanan pangan dan gizi global dengan harga energi, pangan, dan pupuk yang tinggi dan tidak stabil.

Pandemi dan perang di Ukraina telah membuat harga energi melonjak, mengakibatkan kekurangan energi dan masalah keamanan energi. Guncangan harga ini juga berdampak pada sebagian besar negara, terutama negara berkembang sebagai importir energi.

Pengetatan kebijakan moneter global juga menjadi ancaman bagi pemulihan ekonomi. “Inilah yang menjadi dasar mengapa kondisi ekonomi global pada 2023 akan memburuk,” katanya.

Selain itu, kata Ibrahim, banyak pengamat yang mengatakan tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana kondisi ekonomi global ke depan. Meski begitu, Ibrahim mengatakan Indonesia harus tetap optimis menghadapi tantangan ke depan. “Tetap optimis dan percaya diri karena juru kunci pemegang jabatan dalam membuat kebijakan dapat diakui baik. Hal ini bisa dilihat dari cara Indonesia menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya.

DEFARA DHANYA PARAMITHA

Baca juga: Sri Mulyani: Kemungkinan peningkatan risiko resesi tidak bisa kita abaikan

Ikuti berita terbaru dari Tempo di Google News, klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.