Tekno  

Anggota TGIPF Suwarno: Ini Momen Bagus Untuk Reformasi Sepak Bola Indonesia

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF) untuk tragedi Kanjuruhan, Mayjen TNI (Purn) Suwarno juga hadir dalam rapat koordinasi dengan beberapa pemangku kepentingan sepakbola Indonesia termasuk PSSI.

Dalam pertemuan sela dengan PSSI, Suwarno menjelaskan bahwa dalam pertemuan PSSI ia menjelaskan bagaimana mekanisme penyelenggaraan baik Liga 1, Liga 2 dan Liga 3, serta kerjasama dengan PT LIB sebagai operator liga.

“Situasinya dulu PSSI menjelaskan bagaimana mekanisme penyelenggaraan liga 1, liga 2, liga 3, lalu susunan LIB yang merupakan bentuk gotong royong dari semua liga dari 18 klub. Kemudian PSSI memiliki 1 persen. pasak, memang kondisinya mencermati tidak semua liga memiliki kemampuan sehingga ada kontribusi dari hasil yang didapat dari LIB untuk mempertahankan kehidupan klub yang memiliki kemampuan lebih besar,” kata Suwarno di Kantor Kemenko Polhukam, Bidang Hukum dan Keamanan, Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Baca juga: Evaluasi Tragedi Kanjuruhan, Polri Akan Siapkan Aturan Keamanan Sepak Bola di Indonesia

Baca juga: VIDEO: Sepuluh Hari Koma di RSSA, Remaja 20 Tahun Jadi Korban ke-132 Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Akhmad Hadian Lukita Bergetar Saat Menyampaikan Pertanggungjawaban Tragedi Kanjuruhan

“Lalu bagaimana mereka mewakili PSSI. PSSI memiliki kewajiban untuk mengirimkan perlengkapan pertandingan, termasuk match com, lalu apa aturan terkait petugas keamanan sehingga kami memberikan masukan. Substansi utamanya bagaimana kami meningkatkan manajemen sepakbola ke depan, ” kata Suwarno.

Usai mendengarkan penjelasan PSSI, tim TGIPF memberikan masukan kepada PSSI agar sepak bola Indonesia lebih baik lagi kedepannya.

Salah satu hal yang ditekankan adalah tentang keselamatan dan keamanan.

Bahkan, Suwarno menjelaskan bahwa momen ini adalah momen yang tepat untuk mereformasi sepak bola Indonesia atau membenahi semua sektor agar tragedi Kanjuruhan ke depan tidak terulang lagi.

“Tadi kami sampaikan bagaimana terkait keamanan dan keselamatan dalam pelaksanaannya sehingga regulasi yang ada perlu direvisi. Karena misalnya SO tidak mungkin, bukan polisi atau militer yang bisa mengatur. Kapolres dll di depan penyelenggaraan pertandingan terkait tanggung jawab seorang petugas keamanan,” jelas Suwarno.

VIDEO NEWS: BREAKING NEWS: Roy Suryo Gelar Sidang Pertama Kasus Stupa Meme Mirip Jokowi di PN Jakarta Barat

“Panpel seperti apa, panpel seperti apa, persyaratan match com seperti apa, regulasi seperti apa sehingga momentum ini yang terbaik untuk kita sadari bahwa kita semua butuh reformasi sepakbola, kita siapkan personel sesuai kualitas manusia. sumber daya di lapangan,” pungkas Suwarno.

Leave a Reply

Your email address will not be published.