Tekno  

Anies Revitalisasi Stadion Tugu Jadi Standar FIFA, Biaya Rp 180 M

Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan revitalisasi Stadion Sepak Bola Tugu di Jakarta Utara. Stadion berusia 35 tahun itu akan dibuat ulang mengikuti standar FIFA.

“Stadion ini dari segi fasilitas, bisa dikatakan sudah tidak layak lagi. Terlihat banyak fasilitas yang rusak, usianya 5 tahun. Makanya kita revitalisasi. Dibangun dengan konsep a Stadion standar FIFA, lapangan standar FIFA,” kata Anies Baswedan di lokasi, Kamis (13/10/2022).

Anies mengatakan, salah satu upaya revitalisasi yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas penonton stadion sebanyak 2 kali lipat. dari stadion sebelumnya yang hanya bisa diisi 2 ribu orang, sekarang menjadi 4 ribu orang.

“Lalu semua fasilitas mengikuti standar FIFA, standar FIFA sebenarnya tidak dikatakan oleh siapa pun. Ini standar FIFA yang sebenarnya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Anies juga menyampaikan bahwa nantinya stadion ini akan terintegrasi dengan kawasan sekitarnya, sehingga fasilitasnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, Stadion Sepak Bola Tugu digunakan sebagai percontohan penerapan konsep zero run off untuk pengelolaan air.

“Kami berharap stadion monumen ini bisa menjadi percontohan konsep zero run off, dimana semua air dikelola di sini,” jelasnya.

Selain itu, juga akan ada fasilitas plasa umum dan ruang UMKM yang dapat diakses oleh masyarakat. Dengan begitu, pihaknya tidak hanya akan membangun kembali stadion, tetapi juga mengakomodir infrastruktur lainnya.

“Jadi konsepnya bukan hanya membangun stadion untuk penonton dan pemain berada di tempat yang nyaman, tetapi tempat yang menggerakkan perekonomian, tempat interaksi masyarakat, tempat integrasi kendaraan dan contoh pengelolaan berbasis lingkungan, “jelasnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kemudian mempercayakan warga untuk merawat stadion Tugu setelah selesai direvitalisasi. Pasalnya, saat stadion ini akan diresmikan, Anies sudah tidak lagi bertugas di ibu kota.

“Karena pada saat stadion diresmikan, bukan lagi gubernur saya yang berbicara di sini. Orang lain akan memberikan pidato pada saat peresmian. Tapi saya ingin menitipkan sekarang. Bisa mengurus semuanya. masyarakat yang menggunakannya,” ujarnya.

Anies berharap proyek revitalisasi Stadion Bola Tugu bisa berjalan hingga November 2023. Sementara total anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini sebesar Rp 181 miliar, bersumber dari konversi kewajiban pembiayaan dan pembangunan Rumah Susun Murah/Simple (RSM/S). oleh PT Astra Modern Land atas Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) di Jalan Cakung KM 05, Desa Cakung. Timur dan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Kota Administrasi Jakarta Timur.

“Diharapkan bisa selesai November 2023 dengan biaya sekitar Rp 181 miliar yang pada tahap pertama dialokasikan Rp 80 miliar. Pembangunannya dilakukan dua tahap. Tahap pertama lapangan dan kapasitas stadion samping sehingga tribun dibangun pada tahap kedua,” katanya.

Sebagai informasi, Stadion Tugu Jakarta Utara merupakan fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berdiri sejak tahun 1987. Dengan kapasitas penonton ±2.000 orang, saat ini stadion yang berdiri di atas lahan seluas 35.000 m2 ini aktif dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk olahraga, sekaligus menjadi markas Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Persitara) Jakarta Utara yang saat ini berlaga di Liga 3.

Revitalisasi Stadion Tugu dilatarbelakangi beberapa hal. Diantaranya adalah usia stadion yang sudah tua, perlunya perbaikan kondisi dan kualitas stadion yang sudah tidak representatif lagi, baik lapangan utama maupun fasilitas penunjang lainnya. Selain itu, ada permintaan dari Persitara, sebagai salah satu klub besar di DKI Jakarta yang saat ini menggunakan Stadion Tugu sebagai markas mereka untuk pertandingan, latihan, dan pembinaan atlet sepak bola di Jakarta Utara.

Bentuk peningkatan kualitas yang diharapkan meliputi standarisasi lapangan, standarisasi ukuran lapangan dan bahan sesuai standar FIFA. Kemudian perubahan dari rumput alam menjadi rumput buatan, standarisasi penerangan lapangan sesuai standar FIFA/SNI.

Kemudian penambahan kapasitas penonton dari 2000 menjadi 4000 penonton, standarisasi fasilitas pemain, termasuk ruang tim, wasit, ruang medis, dan sebagainya sesuai standar FIFA dan konsep kelayakan stadion.

Desain stadion ini dirancang oleh PT Alien Design Consultant. Revitalisasi stadion juga diharapkan bisa menampung pertandingan hingga level divisi 1 liga nasional.

(dwia/dwia)

Leave a Reply

Your email address will not be published.