Tekno  

Aremania Tak Puas dengan Penetapan Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ini Alasannya

MALANG, KOMPAS.com – Mabes Polri telah menetapkan enam tersangka dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/1/2022). Namun, banyak Aremania yang masih belum puas dengan penetapan tersangka.

Keenam orang yang ditetapkan sebagai tersangka Kanjuruhan tersebut adalah:

  • Direktur Utama PT LIB, Ahmad Hadian Lukita,
  • Ketua Panitia Pelaksana Arema FC, Abdul Harris,
  • Petugas Keamanan, Suko Sutrisno,
  • Kapolres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto,
  • Komandan Kompi Brimob Polda Jatim, AKP Hasdarman,
  • Kapolsek Samapta Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi.

Salah satu Aremania asal Blimbing, Kota Malang, Sindu Dwi Asmoro mengaku belum puas karena polisi yang melakukan penembakan gas air mata belum ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Anakku Terakhir Nonton Bola, Semoga Tidak Ada Lagi Anak Jadi Korban

“Seharusnya 8 anggota polisi yang sebelumnya diperiksa Mabes Polri yang diduga terlibat penembakan gas air mata juga menjadi tersangka,” jelasnya melalui sambungan telepon, Minggu (9/10/2022).

Diketahui, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, ada 8 anggota Brimob yang terlibat dalam penembakan gas air mata yang diduga memicu tewasnya ratusan pendukung Aremania.

Kedelapan anggota Brimob tersebut adalah Danki atas nama AKP Hasdarman, Danton Aiptu Solikin, Aiptu M Samsul, Aiptu Ari Dwiyanto, Danki atas nama AKP Untung, Danton atas nama AKP Danang, dan Danton AKP Nanang, serta Danton Aiptu Budi.

Satu dari 8 anggota yaitu Danki atas nama AKP Hasdarman ditetapkan sebagai tersangka dan diancam dengan pidana sesuai pasal 359 dan 360 KUHP.

“Biasanya secara hukum, eksekutornya juga tersangka. Logikanya, dia juga terlibat dalam penembakan itu,” lanjut Sindu.

Selain itu, Sindu juga berharap Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta juga dicopot atau ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, anggota Brimob dan anggota polisi BKO dari Polres lain berada di bawah kendali Polda Jatim.

Baca juga: Saat Sopir Ambulans Angkat Bicara Saat Dituduh Pemerasan Antara Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan

“Kapolres Jatim yang menjadi penanggung jawab salah satu aparat keamanan saat itu juga harus dicopot atau ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Sementara itu, Aremania dari Pasuruan juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengaku tidak puas dengan penetapan tersangka yang diajukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Terutama pasal 359 KUHP yang disangkakan. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara. Memasak ratusan nyawa hanya ditukar dengan hukuman 5 tahun penjara. Kami berharap Polri memberikan hukuman seberat-beratnya,” ujarnya. kata melalui telepon, Minggu.


Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terkini setiap hari dari Kompas.com. Jom join grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu join. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.