Tekno  

Audit Stadion Total Jangan Setengah Hati

Jakarta

Presiden Joko Widodo memerintahkan pemangku kepentingan untuk mengaudit semua stadion yang digunakan untuk kompetisi sepak bola di Indonesia. Presiden mengatakan audit itu diperlukan agar tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, tidak terulang di masa mendatang.

Publik berharap audit stadion harus total dan komprehensif. Jangan melakukan audit setengah hati, ala kadarnya, hanya bagian tertentu saja seperti sistem masuk dan keluar penonton. Atau sekedar audit kapasitas stadion dan kondisi tribun. Audit harus mencakup kekuatan struktur stadion utama, akses jalan menuju stadion, instalasi pencegahan kebakaran, dan faktor lain di area luar stadion.

Usia stadion olahraga khususnya stadion sepak bola sangat mempengaruhi resiko bahaya yang dapat timbul. Namun, begitu stadion baru dibangun, kekuatan strukturnya bisa bermasalah. Salah satu contoh kasus struktur stadion adalah Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang baru dibangun, namun pembangunannya sudah terlanjur bermasalah karena tiang utama sudah roboh disertai retakan pada lantai dan dinding.

Sebagian besar stadion sepak bola untuk menggelar Liga Indonesia bermasalah, tapi tidak diperhatikan. Program pemeliharaan ala kadarnya dan tidak memiliki sistem mitigasi jika terjadi bencana. Rencananya, setelah audit Stadion Kanjuruhan akan dilanjutkan dengan audit stadion berkapasitas besar lainnya yang menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Aspek yang akan diaudit meliputi keselamatan, keamanan dan kenyamanan dari penggunaan stadion sebagai bangunan.

Pembangunan infrastruktur olahraga di negeri ini tanpa program pembangunan dan pemeliharaan yang memadai. Sisi miris lainnya terkait infrastruktur olahraga adalah mengenai biaya utilitas dan operasional stadion yang mengalami mismanajemen. Sepak bola adalah keajaiban sosial dengan dampak yang sangat besar. Sepak bola adalah cermin sosial dan barometer perilaku masyarakat. Sampai-sampai pemikir sosial Antonio Gramsci menyatakan bahwa sepakbola adalah model masyarakat yang sangat membutuhkan infrastruktur stadion, platform bisnis, pembiayaan klub, penegakan hukum. permainan adil, dan budaya sportivitas suporter.

Langkah transformasi sepak bola yang ditekankan Presiden Jokowi membutuhkan teknologi yang dapat meningkatkan tingkat kepuasan penonton di stadion. Bahkan, stadion olimpiade di beberapa negara maju telah dirancang dengan teknologi yang memungkinkan penonton melakukan tur virtual tiga dimensi di beberapa sisi stadion.

Pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur olahraga sebagian besar tidak terencana dengan baik. Dari sudut pandang finansial dan teknis. Diperlukan skema pembiayaan infrastruktur olahraga yang lebih efektif dan menguntungkan, khususnya stadion sepak bola. Baik dalam bentuk kerjasama dengan pihak swasta dengan skema joint ventures maupun membangun perjanjian operasi dan transfer (BOT)..

Tak bisa dipungkiri, standar teknis dan tata kelola bangunan stadion kerap bermasalah dan luput dari perhatian sehingga menimbulkan bencana dan rawan kebakaran. Apalagi usia bangunan yang semakin tua sehingga terkendala biaya perawatan yang tinggi. Ada kecenderungan pengelola stadion menunda jadwal perawatan rutin dan mengganti komponen yang sudah tidak beroperasi dengan baik.

Stadion olahraga harus memiliki sistem mitigasi yang baik untuk mencegah bahaya. Sistem tersebut mencakup aspek teknologi dan petugas yang harus waspada terhadap potensi bahaya. Masalah kerawanan bangunan umum yaitu stadion olahraga yang dapat mengancam keselamatan jiwa merupakan puncak gunung es yang harus ditanggapi secara serius.

Patut diambil pelajaran dari kasus Stadion GBLA yang baru dibangun dan belum terpakai namun konstruksinya sudah ambruk dan retak. Infrastruktur Stadion GBLA yang mengalami kendala konstruksi ditandai dengan penurunan atau amblesan konstruksi utama hingga 75 cm. Secara teknis bisa berakibat fatal dan akan menurunkan kekuatan bangunan dari waktu ke waktu. Pemerintah harus cepat tanggap sehubungan dengan banyaknya stadion yang kondisinya genting dan dapat mengancam keselamatan masyarakat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serius mengusut proyek infrastruktur olahraga berkualitas rendah.

Audit stadion olahraga secara total sebaiknya dilakukan oleh auditor yang memiliki reputasi tinggi dan tidak memiliki benturan kepentingan. Tidak dapat dipungkiri, saat ini terdapat permasalahan serius yang dihadapi oleh kontraktor nasional terkait aspek Quantity Surveyor. Hal ini menyebabkan perkiraan waktu, kualitas konstruksi dan biaya proyek yang lemah. Serta manajemen risiko yang buruk dan durasi proyek.

Di negara maju, Quantity Surveyor juga biasa disebut sebagai Ekonom Konstruksi, Konsultan Biaya, atau Insinyur Biaya. Secara garis besar, ruang lingkup pekerjaan meliputi: memperkirakan dan memantau biaya konstruksi dari tahap awal hingga tahap akhir.

Sesuai dengan ruang lingkup di atas, peran khusus Quantity Surveyor selama tahapan proyek; tahap pertama studi kelayakan ke tahap desain yaitu melakukan rekayasa nilai terhadap desain yang ada. Kemudian mengurangi biaya proyek tanpa mengurangi tujuan dan fungsinya.

Persiapkan juga tagihan kuantitas dan menetapkan biaya. Panggung pengadaan atau pengadaan berupa penyiapan prakualifikasi atau dokumen tender dan perhitungan penawaran tender yang paling kompetitif. Lalu panggung konstruksi sampai dengan tahap pasca konstruksi. Semua tahapan di atas harus diwujudkan dan dikelola sesuai standar.

Totok Siswantara transformasi sosial, teknologi, dan analis infrastruktur

(mmu/mmu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.