Tekno  

Bagaimana cara menangani kerusuhan di stadion menurut FIFA?

TEMPO.CO, Jakarta – Akibat tragedi yang merenggut ratusan nyawa di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, banyak pihak menyayangkan bagaimana Polri dan TNI tidak bijak dalam menangani kisruh yang terjadi di stadion tersebut. Sedangkan, FIFA sebagai induk sepak bola dunia telah mengatur bagaimana penanganan penonton di stadion.

Merujuk Peraturan Keamanan dan Keamanan Stadion FIFApedoman ini mengatur dari kapasitas maksimum stadion hingga pengendalian massa dengan petugas keamanan.

Berdasarkan Pasal 3 Perpres tersebut, ada beberapa prinsip sederhana mengenai persiapan penyelenggaraan pertandingan sepak bola, antara lain:

  1. Merujuk pada publikasi terpisah dari FIFA, yaitu Stadion Sepak Bola: Teknis
    Rekomendasi dan Persyaratan, yang harus dipertimbangkan dan digunakan sebagai referensi untuk semua acara FIFA.
  2. Stadion hanya dapat digunakan untuk menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola jika struktur dan kondisi teknis stadion sesuai dengan persyaratan keselamatan yang berlaku.
  3. Hukum, peraturan dan arahan administratif di tempat-tempat sepak bola untuk pembangunan dan fasilitas teknis stadion harus ditegakkan.
  4. Kapasitas stadion harus selalu mengacu pada kapasitas maksimal stadion.
  5. Di dalam stadion tidak diperbolehkan membawa senjata atau benda lain yang dianggap berbahaya, termasuk spanduk dengan bahan dan laser agresif atau rasis.

Menurut Pasal 7 peraturan ini, FIFA juga mengatur jalur evakuasi, yaitu:

  1. Rute evakuasi darurat, yang terdiri dari satu rute di dalam dan satu di luar stadion, harus disetujui oleh pasukan keamanan setempat, termasuk polisi, pramugari, pemadam kebakaran, sukarelawan, dan tim medis.
  2. Area yang cukup diperlukan di sekitar stadion untuk memungkinkan akomodasi penonton setelah evakuasi tanpa kepadatan. Termasuk juga bahwa aksesnya bebas dari layanan polisi, pemadam kebakaran, dan ambulans.
  3. Lapangan bermain di dalam stadion harus dapat diakses dari setidaknya satu titik masuk kendaraan.

Dalam hal pemeriksaan keamanan, FIFA menetapkan bahwa dalam Pasal 19 ada beberapa hal yang harus diperiksa oleh petugas keamanan, antara lain:

  1. Memiliki tiket atau izin yang sah untuk mendapatkan akses ke stadion;
  2. Bahwa orang tersebut tidak memiliki senjata atau benda berbahaya lainnya yang karena alasan hukum dilarang untuk dibawa ke dalam stadion, seperti spanduk rasis atau agresif, senjata tajam dan laser;
  3. Bahwa orang tersebut tidak membawa minuman beralkohol;
  4. Bahwa orang tersebut tidak dalam pengaruh alkohol atau zat-zat yang memabukkan.

Dalam Pasal 28 Peraturan Keselamatan dan Keamanan StadionFIFA juga menetapkan bahwa jika ada kerusuhan di dalam stadion, petugas keamanan dapat memisahkan pelaku yang dianggap provokator dari kerumunan dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman. Selain itu, aparat keamanan lainnya bisa berdiplomasi dengan massa pendukung sehingga suasana kembali kondusif.

MUHAMMAD SAIFULLOH

Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Meningkat, Ini Penjelasan Polisi

Leave a Reply

Your email address will not be published.