Tekno  

Bagaimana nasib Liga 3, ini harapan wakil dari klub Solo dan sekitarnya

RADARSOLO.ID – Wacana kompetisi Liga 1 2022/2023 akan kembali digulirkan pada 2 Desember membawa angin segar bagi dunia sepak bola Indonesia. Jika pertandingan kasta tertinggi di Indonesia bisa kembali berjalan, tentu harapan yang sama juga akan terjadi di kompetisi Liga 2 dan Liga 3. Kedua dari tiga kasta ini harus berhenti sementara karena efek dari Tragedi Kanjuruhan.

Terkait kelanjutan Liga 3 Jateng, para peserta masih menunggu instruksi dari Asosiasi Provinsi (Asprov) Jateng. “Kami masih menunggu Pemprov dan Ketua (PSSI M. Iriawan) dulu. Sejauh ini saya tidak mau berspekulasi. Karena dari pihak asprov selaku penyelenggara belum ada acuan pemanggilan kontestan Liga 3. Itu berarti Persika (Karanganyar) masing-masing sedang cooling down,” kata Direktur Teknik Persika Karanganyar Aris Budi Sulistyo (ABS) kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (18/11).

Teka-teki lanjutan Liga 3 memang sangat merugikan berbagai pihak. Persika memutuskan berhenti berlatih. Pasalnya, Laskar Singo Lawu –julukan Persika– ingin menghemat biaya tim, sembari menunggu keputusan penyelenggara.

“Kami sudah tutup sejak awal bulan lalu. Ada beberapa anak yang juga dimanfaatkan oleh daerahnya masing-masing untuk mengikuti Pekan Olahraga (Porprov) Provinsi Jateng,” tambah ABS.

Hal senada juga diungkapkan peserta Liga 3 Jateng lainnya yakni PSIK Klaten. Klub juga sedang mengistirahatkan karyawannya. Hal ini berkaitan dengan efisiensi anggaran biaya. Namun, para pemain tetap diminta melakukan latihan mandiri. Hal ini agar kondisinya juga lebih terjaga.

“Nggak tahu (lanjutan liga). Harapan kami tetap lanjut,” terang Asisten Pelatih PSIK Klaten Villol Vebrian Nugrahendy.

Situasi yang berbeda terjadi dari Apotek AT. Klub yang baru diakui Asprov Jateng beberapa bulan lalu itu masih gencar memanaskan mesin para pemainnya. Hal itu dilakukan, jika sewaktu-waktu kompetisi dimainkan kembali, mereka siap terjun ke lapangan hijau.

“Kalau Liga 1 dimainkan pada 2 Desember. Kemungkinan Liga 2 dan Liga 3 akan segera menyusul. Karena kompetisi utamanya di sana (Liga 1). Untuk persiapan Apotek AT, selama ini kita tetap berlatih seperti biasa dan rutin,” jelas Pelatih Kepala Apotek Anom Putrantoro.

Klub ini tak ingin performa para pemainnya melorot. Bahkan, mereka melakukan beberapa uji coba. AT Pharmacy sudah menjajal klub Persis Youth U-20. Terakhir, mereka menghadapi perlawanan dari Tim Poprov Sukoharjo. Hasilnya imbang 1-1.

“Dari segi permainan dan penempatan bola cukup berimbang melawan Tim Porprov Sukoharjo,” tambah mantan pelatih kepala Persebi Boyolali Soeratin U-15 2018-2019 itu.

Seperti diketahui, klub eks Karesidenan Surakarta itu memang terkena imbas kompetisi yang dihentikan. Di Liga 1 ada klub Persis Solo. Sedangkan di Liga 3 wakil eks Karesidenan Surakarta adalah Persika Karanganyar, PSIK Klaten, Persiharjo Sukoharjo, Persebi Boyolali, Persiwi Wonogiri, Putra Surakarta, Unsa FC, dan AT Pharmacy. (nis/nik)

Leave a Reply

Your email address will not be published.