Tekno  

Bali United Mempromosikan Aturan Keamanan Stadion kepada Suporter

Jakarta (pilar.id) – Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan kematian dan luka-luka menunjukkan betapa pentingnya aturan keamanan dan keselamatan di stadion selama pertandingan sepak bola.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para penggemar sepak bola, Bali United melakukan sosialisasi peraturan keselamatan dan keamanan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, kepada perwakilan suporter Serdadu Tridatu.

Pada sosialisasi yang digelar di Bali United Cafe, Bali, Sabtu (15/10/2022), Owner Bali United Pieter Tanuri, Ketua Panitia Penyelenggara Stadion Dipta Ketut Suantika (Rojak), hadir. Petugas keamanan (SO) Indra Waisnawa, dan Koordinator Umum Richie Kurniawan.

Perwakilan suporter Bali United yang hadir antara lain North Side Boys, Brigaz Bali, Semeton Dewata Tabanan, Semeton 69, Soccer Community, Semeton Tridatu Pemecutan, Fatherless, Semeton Nyem Lalah, dan North Bali Holligan.

“Kita semua harus melihat peristiwa masa lalu ini untuk melihat ke masa depan. Lewat tragedi Kanjuruhan, semua pihak tidak saling menyalahkan tapi bisa belajar,” kata Pieter, melalui situs resmi klub, Sabtu (15/10/2022).

Perwakilan manajemen Serdadu Tridatu dan panitia penyelenggara pertandingan di Stadion Dipta mendengarkan masukan dari beberapa perwakilan suporter yang telah mendukung perjalanan Bali United di kancah sepak bola Indonesia.

Hal utama yang dibahas adalah keselamatan dan keamanan di area Stadion Dipta saat menggelar pertandingan, sebagai respon atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada awal Oktober 2022.

Meski duka ini telah menjadi luka bagi sepak bola Indonesia, kata dia, ternyata ada makna baik yang didapat untuk diterapkan, salah satunya menjadi ajang persatuan suporter yang memiliki rivalitas tinggi dan mawas diri semua. pihak yang terlibat dalam sepak bola.

“Dari sisi keamanan, polisi, suporter, panitia penyelenggara, dan semua aspek pertandingan. Semua bersatu dan saling mendukung. Itu bisa dilihat dari kebersamaan beberapa suporter yang terkenal dengan rivalitasnya,” ujarnya.

Menurut Pieter, apa yang selama ini diterapkan di homebase Bali United, akan lebih ditingkatkan lagi untuk menjamin kenyamanan penonton yang datang menyaksikan pertandingan di Stadion Dipta.

“Kita bisa introspeksi diri dari kejadian menyedihkan ini untuk menjadi lebih baik bagi sepakbola Indonesia. Manajemen Bali United sendiri tentunya akan meningkatkan standar keamanan stadion,” ujarnya.

Selanjutnya, masukan dari peserta sosialisasi, seperti peningkatan personel keamanan di stadion hingga evakuasi ketika terjadi bencana dan insiden di area stadion diterima oleh manajemen dan akan menjadi perhatian untuk perbaikan.

Sementara itu, Ketua Panpel Stadion Dipta, Ketut Suantika menjelaskan, petugas keamanan di stasiun tersebut telah menjalani workshop dari operator Liga PT LIB dan petugas keamanan AFC yang secara rutin dilakukan.

“Dari segi keamanan panitia sendiri sudah memakai baju adat. Ini budaya dan lebih dihormati, kekurangannya hanya kita belum pakai rompi pramugara. Ini akan kita perbaiki,” pungkasnya. (gemuk)

Leave a Reply

Your email address will not be published.