Tekno  

Bangun Konstruksi di Bulan, NASA Kucurkan Rp 896 Miliar

Memuat…

NASA mengucurkan dana USD 57 juta atau Rp 896,2 miliar untuk membangun pembangunan pos terdepan di Bulan. Foto/IKON

FLORIDA NASA mengucurkan dana USD 57 juta atau Rp 896,2 miliar untuk membangun pos terdepan di Bulan dan Mars. Proyek Olympus akan dikerjakan oleh perusahaan asal Texas, yaitu ICON dengan menggunakan sistem konstruksi off-Earth.

ICON meluncurkan Proyek Olympus pada tahun 2020, dengan alasan bahwa teknologinya dapat membantu membangun infrastruktur penting seperti landasan pendaratan, jalan, dan habitat di bulan dan Mars. ICON telah menghasilkan semacam prototipe, habitat Planet Merah cetak 3D yang disebut Mars Dune Alpha, untuk melatih astronot NASA dalam misi jarak jauh.

Kontrak NASA yang baru diumumkan, diberikan melalui program Riset Inovasi Bisnis Kecil agensi, akan membantu perusahaan mengembangkan teknologi dan prosedurnya. ICON berencana menggunakan uang itu untuk mempelajari bagaimana tanah bulan atau regolith dan menggunakannya.

Baca juga; 3 Teori Konspirasi yang Meragukan Pendaratan Manusia di Bulan, Ini Penjelasan NASA

ICON juga akan menguji perangkat keras dan lunaknya pada misi luar angkasa yang mensimulasikan gravitasi bulan. Dan akan ada uji coba yang lebih ambisius, jika semuanya berjalan sesuai rencana.

“Kami mengubah paradigma penjelajahan luar angkasa dari pergi ke sana dan kembali, menjadi di sana untuk tinggal. Kami membutuhkan sistem yang kuat, tangguh, dan berkemampuan luas yang dapat menggunakan sumber daya lokal di bulan dan benda planet lainnya, ”kata salah satu pendiri dan CEO. ICON Jason Ballard dikutip dari laman Space.com, Rabu (29/11/2022).

Bangun Konstruksi di Bulan, NASA Kucurkan Rp 896 Miliar

Ketertarikan NASA pada sistem konstruksi bulan tidaklah mengejutkan. Melalui program Artemis, NASA berusaha mengirim manusia ke Bulan dan tinggal untuk jangka panjang.

Baca juga; India Kembali Menargetkan Misi Pendaratan Bulan dengan Robot Chandranaya 3

Misi Artemis pertama, Artemis 1, diluncurkan pada 16 November, mengirimkan kapsul Orion tak berawak ke orbit bulan. Kapsul Orion akan kembali ke Bumi pada 11 Desember dan mendarat di Samudra Pasifik.

“Untuk menjelajahi dunia lain, kita membutuhkan teknologi baru yang inovatif yang disesuaikan dengan lingkungan tersebut dan kebutuhan eksplorasi kita,” kata Niki Werkheiser, direktur pematangan teknologi di Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA.

(wib)

Leave a Reply

Your email address will not be published.