Tekno  

Bantul Tumbuhkan Ekonomi Inklusif dengan Revitalisasi Pasar Rakyat

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menggenjot ekonomi inklusif, antara lain dengan merevitalisasi bangunan pasar rakyat yang sebagian besar dihuni oleh masyarakat bawah atau pedagang kecil.

“Pemerintah Kabupaten Bantul tidak akan pernah berhenti membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif ini dengan memanfaatkan potensi lokal, termasuk dengan merevitalisasi pasar tradisional,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai peresmian Pasar Turi usai direvitalisasi di Bantul, Kamis (11/10/ 2019) 2022).

Menurutnya, pentingnya revitalisasi pasar tradisional, karena pasar tersebut dihuni oleh masyarakat lapisan bawah, pedagang kecil, industri kecil, pengusaha kecil, bahkan mikro.

“Oleh karena itu, Pasar Turi, pasar tradisional ini akan kita revitalisasi agar tercipta pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

Bupati mengatakan, khususnya dalam misi ketiga Bantul yaitu terus memanfaatkan potensi daerah, kekuatan daerah, sumber daya lokal, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia dengan menerapkan teknologi dan menyerap investasi, untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Ekonomi yang inklusif memperpendek gap antara yang terkaya dan yang termiskin, tidak boleh ada jarak yang terlalu jauh antara yang kaya dan yang miskin, sehingga yang miskin atau kelompok terbawah harus terangkat, ini yang disebut pertumbuhan ekonomi inklusif,” ujarnya. dikatakan.

Oleh karena itu, kata dia, jangan sampai pertumbuhan ekonomi terjadi di Kabupaten Bantul tapi yang tumbuh hanya yang sudah kaya.

“Jangan sampai hanya orang kaya saja yang terus berkembang dan maju, sedangkan yang di bawah tertinggal. Ini tetap disebut pertumbuhan ekonomi, tapi eksklusif, tidak inklusif,” ujarnya.

Bupati mengatakan, setelah Pasar Turi direvitalisasi, pihaknya berharap seluruh pasar tradisional Bantul dapat direvitalisasi menjadi pasar yang lebih higienis, aman dan nyaman untuk aktivitas perdagangan, serta pasar yang lebih tertata dengan baik.

“Ini adalah ‘pekerjaan rumah’ bagi Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, bagaimana penataan dagangan ini lebih baik, lebih menarik, bahkan sebelumnya direncanakan menggunakan teknologi informasi, sehingga keranjang ini bisa dijual secara offline dan online ,” dia berkata.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan, anggaran revitalisasi Pasar Rakyat Turi Bantul berasal dari Dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebesar Rp3,3 miliar.

“Revitalisasi bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pedagang, pembeli dan pengunjung pasar. Dengan ini diharapkan dapat menampung sebanyak 444 pedagang dengan tempat berjualan yang lebih representatif,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.