Tekno  

Bayar Tol Tanpa Berhenti Mulai Akhir Tahun, Ini Keuntungannya

Jakarta

Indonesia akan menerapkan sistem transaksi jalan tol nonstop yang disebut teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF). Ini akan menjadi teknologi pertama yang menerapkan sistem pembayaran tol contactless cashless atau pembayaran tol nonstop berbasis aplikasi untuk semua jenis kendaraan.

Sistem MLFF akan menggunakan teknologi digital Global Navigation Satellite System (GNSS) yang memungkinkan perjalanan pengguna jalan tol dapat diketahui melalui GPS di ponsel pintar.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan untuk pertama kalinya teknologi MLFF hadir di Indonesia sebagai teknologi yang menerapkan sistem pembayaran tol contactless cashless yang terintegrasi dengan teknologi digital.

“Teknologi ini akan menjadi teknologi pertama yang mengakomodasi teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk digunakan pada kendaraan pribadi,” kata Danang, dikutip dari situs resmi BPJT.

Menurut Danang, aplikasi yang digunakan dalam penerapan sistem pembayaran tol nonstop adalah Cantas. Saat teknologi MLFF mulai diterapkan, pengemudi perlu mengunduh aplikasi Cantas di smartphone masing-masing untuk kemudian mendaftarkan kendaraan beserta data diri dan melakukan opsi pembayaran di aplikasi tersebut.

Kasubbag Operasi dan Pemeliharaan I Sekretariat BPJT Galuh Permana Waluyo menjelaskan, banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan penerapan MLFF. Selain mengurangi kemacetan dan digitalisasi pembayaran, penerapan sistem MLFF juga akan menghilangkan antrean di gerbang tol dan mengurangi polusi udara akibat pemberhentian kendaraan.

Galuh menambahkan, rencananya MLFF akan diperkenalkan ke publik pada akhir tahun 2022. Sistem ini akan diujicobakan di beberapa ruas tol pada tahun 2023. Untuk itu, menurut dia, diperlukan dukungan dari banyak pihak agar transisi tersebut periode dari transaksi tol menggunakan uang elektronik hingga contactless dapat berjalan dengan baik.

“Untuk pelaksanaan MLFF, kami menggunakan skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha, sehingga pengadaan sistem ini menggunakan investasi swasta. Regulasi terkait implementasi MLFF sudah tersedia, namun diperlukan aturan turunan untuk beberapa ketentuan teknis yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi. ,” jelas Galuh.

Tonton video”Kepala BPJT: 2024 Tidak Ada Lagi Gerbang Tol di Indonesia!
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

Leave a Reply

Your email address will not be published.