Tekno  

Belum Ada Bukti, PT LIB Putus Kontrak Indosiar Sebagai Pemegang Hak Siaran Liga 1 dan Tunjuk ANTV

Belum Ada Bukti, PT LIB Putus Kontrak Indosiar Sebagai Pemegang Hak Siaran Liga 1 dan Tunjuk ANTV

Video beredar di media sosial dengan klaim bahwa operator Liga 1 PT Liga Indonesia Baru (LIB) secara mengejutkan memutuskan kontrak Indosiar sebagai pemegang hak siar. PT LIB juga dikabarkan telah menunjuk ANTV sebagai penggantinya.

Di YouTube, video tersebut diunggah pada 14 Oktober 2022 dengan judul, “ KEPUTUSAN YANG MENGEJUTKAN!! PT LIB Pecat Indosiar Dari Hak Siaran Liga 1, ANTV Jadi Penggantinya”.

Sejak diunggah hingga artikel ini diterbitkan, video tersebut telah dilihat 8.800 kali dan mendapat 36 komentar.

Benarkah klaim video di atas bahwa PT LIB memutuskan kontrak Indosiar sebagai pemegang hak siar dan menunjuk ANTV sebagai penggantinya?

Tangkapan layar video yang diterima Tempo Fact Check melalui chatbot WhatsApp.

PERIKSA FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Fact Check Tempo menelusuri berita terkait melalui sejumlah media yang kredibel. Hingga saat ini, kompetisi sepak bola Liga 1 BRI dihentikan sementara akibat tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022.

Juga belum ada kabar dari media yang kredibel mengenai pernyataan resmi dari PT LIB yang memutuskan kontrak Indosiar atau penunjukan ANTV sebagai penggantinya.

Video di atas hanya berisi cuplikan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan lebih dari 100 orang. Selanjutnya, video tersebut memuat foto-foto Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita dan Direktur Program Indosiar Harsiwi Achmad di berbagai momen.

Sedangkan pada bagian narasi, awalnya berisi penjelasan tentang saling tuding antara PT LIB dan Indosiar terkait waktu tayang pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya hingga peristiwa yang disebut Tragedi Kanjuruhan.

Berangkat dari saling tuding, para pengisi suara membuat asumsi atau tuduhan bahwa sangat mungkin PT LIB akan memutuskan kontrak Indosiar sebagai pemegang hak siar dan menunjuk ANTV sebagai penggantinya. Berikut narasi lengkapnya:

“Indosiar memiliki kontrak hak siar Liga 1 hingga musim 2023. Jadi sangat mungkin PT LIB akan memutuskan kontrak kerja sama antara Indosiar. Apalagi sekarang keduanya berada dalam hubungan yang buruk. Jika hubungan antara keduanya tidak mendapatkan Seiring dan diselesaikan dengan baik, tidak menutup kemungkinan PT LIB selaku operator Liga 1 akan memutuskan kontrak kerjasama dengan Indosiar selaku pemegang hak siar Liga 1.

Untuk itu, PT LIB akan menggandeng ANTV sebagai pemegang hak siar Liga 1 musim depan. Seperti diketahui, banyak penggemar sepak bola Indonesia yang kecewa dengan kualitas siaran Indosiar dan meminta dialihkan ke ANTV. Bagaimana menurutmu?”

Video ini sama sekali tidak menampilkan pernyataan dari pihak terkait atau sumber resmi lainnya.

Temuan TGIPF

Berdasarkan Arsip berita TempoTim Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan telah menyelesaikan tugasnya dan telah menyampaikan laporannya kepada Presiden Joko Widodo pada Jumat, 14 Oktober 2022.

Dalam laporan TGIPF, nilai kontrak PT LIB dengan Indosiar mencapai Rp 230 miliar. Nilai tersebut termasuk hak untuk menyiarkan 306 pertandingan Liga 1.

Dalam urutan penunjuk hasil wawancara dengan Indosiar, TGIPF antara lain menyatakan bahwa Indosiar menandatangani kontrak dengan PT LIB senilai 230 miliar (nilai kontrak 2022 akan dikonfirmasi lebih lanjut). Dan memiliki wewenang untuk menyiarkan pada jam jam tayang utama/Tidak jam tayang utama.

Kerjasama langsung dengan PT LIB dengan Indosiar tanpa pihak ketiga. Indosiar hanya menunjukkan. Pihak yang memproduksi adalah KKB. Sudah kerjasama senilai 230 miliar termasuk dengan KKB (Rumah produksi yang ditunjuk oleh PT LIB).

Laporan tersebut juga menyebutkan hukuman yang diterima oleh PT LIB bila ada perubahan jadwal. Namun, kedua pihak yang ditanyai memberikan versi yang berbeda.

Saling menuduh

Dilaporkan dari CNN IndonesiaKomisioner Komisi Kepolisian Negara (Kompolnas) Albertus Wahyurudhanto mengatakan PT LIB bersikeras menggelar pertandingan Arema vs Persebaya pada malam hari karena sudah ada kontrak hak siar.

Bahkan, dia mengatakan pihaknya telah menganalisis bahwa pertandingan tersebut berpotensi untuk diwaspadai.

“Kemudian, saya sudah mengirim surat ke Panpel dengan tembusan ke Kapolda dan LIB untuk disampaikan siang hari karena ada analisis intelijen yang mengatakan jika dipaksakan pada malam hari, risikonya sangat besar,” kata Wahyu di Malang. , Selasa, 4 Oktober 2022.

“Tapi ternyata surat itu tidak ditanggapi positif dengan adanya [surat] Balasan 19 September oleh LIB menyebutkan bahwa permintaan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan dan di bold jadi kata-kata di bold, mengingat sudah ada kontrak hak siar,” tambah Wahyu.

Sementara itu, Direktur Pemrograman Indosiar Harsiwi Achmad mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan sanksi jika ada perubahan jadwal pertandingan selama bekerja sama dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) 2018-2022.

“Tadi juga ditanya (Komnas HAM) apakah ada penalti, tidak ada penalti, tidak pernah. Kami sudah kerjasama dengan LIB dari 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, dan setiap tahun selalu ada perubahan sekitar 20 persen perubahan jadwal siaran dan kami tidak pernah mengenakan penalti,” kata Harsiwi. ke Tempo setelah diperiksa oleh Komnas HAM di Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2022.

Harsiwi mengungkapkan setiap tahun selalu ada perubahan sekitar 20 persen dari jadwal siaran dan Indosiar tidak pernah mengenakan sanksi. Bahkan dalam kontraknya dia mengatakan tidak ada klausul khusus yang menyatakan penalti jika jadwal diubah. Harsiwi tidak mengungkapkan nilai kontrak dengan PT LIB.

Nasib Liga Indonesia

Masih dari Arsip Berita TempoFederasi Sepak Bola Indonesia atau PSSI akhirnya memutuskan untuk menunda atau menghentikan kompetisi BRI Liga 1 musim 2022-2023 tanpa batas waktu. Hal ini sebagai upaya merespons tragedi kisruh di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022.

“Sesuai permintaan pemerintah atas dasar kesadaran bersama dan menghormati korban tragedi Stadion Kanjuruhan, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk sementara menangguhkan dan menunda Liga 1. Kami menunggu hasil tim investigasi. dari berbagai pihak untuk dilanjutkan saat Liga 1 kita serahkan ke tim investigasi dan tentunya izin dari arahan pemerintah,” kata Sekjen PSSI Yunus Nusi di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin 3 Oktober 2022.

Menurut Yunus Nusi, tim investigasi dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Yunus Nusi menambahkan, klub-klub peserta Liga 1 Indonesia sudah mengetahui kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini.

“Tidak ditentukan tenggat waktu tim penyidik,” kata Yunus Nusi. Ia menilai federasi belum bisa memutuskan apakah keputusan ini masuk kategori force majeure atau kejadian luar biasa.

“Kami sangat berterima kasih teman-teman klub memahami kejadian ini dan mereka tidak keberatan. Mereka sangat menyadari bahwa ini adalah penghargaan bagi kami dan klub atas tragedi Kanjuruhan,” katanya.

PSSI juga tidak hanya menunda kompetisi di Liga 1, tapi juga kompetisi Liga 2 mengalami hal yang sama. Dalam suratnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyatakan kompetisi Liga 2 ditunda hingga dua pekan ke depan.

KESIMPULAN

Berdasarkan cek fakta Tempo, video yang mengklaim PT LIB memutuskan kontrak Indosiar sebagai pemegang hak siar dan menunjuk ANTV sebagai penggantinya, belum ada bukti.

Video ini sama sekali tidak menampilkan pernyataan dari pihak terkait atau sumber resmi lainnya. Klaim dalam video tersebut hanyalah asumsi atau dugaan yang mengacu pada perbedaan pendapat antara PT LIB dan Indosiar terkait tuntutan penalti jika terjadi perubahan jam tayang.

Hingga saat ini, kompetisi sepak bola Liga 1 BRI dihentikan sementara akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022.

Dalam laporan TGIPF, nilai kontrak PT LIB dengan Indosiar mencapai Rp 230 miliar. Nilai ini termasuk hak untuk menyiarkan 306 pertandingan Liga 1. Kontrak kerja sama hak siar berlangsung dari 2018 hingga 2022.

TIM PERIKSA FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda periksa faktanya? Kontak ChatBot kami. Anda juga dapat menyampaikan kritik, sanggahan, atau tanggapan atas artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published.