Tekno  

Daftar PHK massal startup semakin panjang, kini ada 17 perusahaan per November 2022

JAKARTA, KOMPAS.com – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan teknologi belum usai.

Gelombang PHK yang terjadi sejak awal tahun terus bergulir di tengah kabar potensi resesi global atau resesi 2023.

Teranyar, perusahaan platform investasi Ajaib juga kedapatan melakukan PHK massal terhadap 67 karyawannya pada akhir November 2022.

Baca juga: Sri Mulyani Heran, Ada Badai PHK, Padahal Setoran Pajak Naik

Hal ini menambah panjang daftar perusahaan yang telah mem-PHK karyawannya. Peristiwa ini menyusul PHK yang terjadi di sejumlah perusahaan teknologi bernama Sirclo, GrabKitchen, GoTo, dan Ruangguru.

Sepanjang tahun 2022, sebagian besar perusahaan rintisan telah mengisi daftar perusahaan yang merumahkan karyawannya.

Baca juga: Gelombang PHK dan Ketahanan Ekonomi Indonesia

Berikut daftar 17 perusahaan teknologi dalam negeri yang merumahkan karyawannya sepanjang 2022, dari yang terbaru hingga yang terlama.

1. Sihir

Magic Startup adalah perusahaan terbaru yang mem-PHK karyawan.

Ajaib memberhentikan 67 karyawannya. Selain itu, perusahaan platform investasi ini juga memangkas gaji pengurusnya.

Juga, par pendiriitu disebut tidak menerima gaji kembali.

Manajemen dalam keterangan resmi mengatakan hal itu dilakukan sebagai dampak dari ketidakstabilan ekonomi global yang berdampak pada perseroan.

“Untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi kondisi ekonomi makro yang tidak menentu, kami terpaksa melakukan perampingan karyawan yang berdampak pada 67 karyawan,” tulis manajemen, dikutip Rabu (30/11/2022).

Perusahaan juga memastikan karyawan yang terkena dampak akan mendapatkan kompensasi sesuai peraturan perundang-undangan dan bonus pesangon satu bulan untuk setiap tahun masa kerja.

Baca juga: Startup Ajaib PHK 67 Karyawan, Gaji Manajemen Dipotong Hingga Pendiri Tak Digaji

2. Sirlo

Perusahaan omnichannel commerce enabler, Sirclo Group, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk 8 persen dari total karyawan efektif per 22 November 2022.

Founder dan CEO Sirclo Group Brian Marshal mengatakan, keputusan tersebut didasarkan pada kebutuhan untuk beradaptasi di tengah kondisi ekonomi makro saat ini.

Brian mengatakan, sebagai perusahaan teknologi yang berkembang pesat, Sirclo Group berupaya untuk terus adaptif dalam melakukan penyesuaian bisnis guna mencapai pertumbuhan jangka panjang.

“Dalam situasi kondisi ekonomi makro yang penuh tantangan, Grup Sirclo telah melalui serangkaian evaluasi internal dan akan melakukan perubahan yang signifikan, terutama dalam hal fokus bisnis, untuk memastikan keberlangsungan perusahaan,” kata Brian dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com , Rabu (23/23/2011) 11/2022).

Baca juga: Setelah Ruangguru, Sirclo PHK 8 Persen Karyawan

3.GrabKitchen

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pihaknya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan perusahaan startup digital. Hal itu dilakukan di salah satu lini bisnis perseroan, yakni GrabKitchen.

Rencananya GrabKitchen akan ditutup mulai 19 Desember 2022, dan perusahaan akan mem-PHK puluhan karyawannya. Layanan GrabKitchen sudah beroperasi sejak 2018, dan bisnisnya dinilai belum berjalan sesuai harapan.

“Kecocokan pasar produk tidak cocok dan di dunia bisnis itu biasa. Tapi kalau kita yakin dan berusaha selama empat tahun, ini keputusan sulit kita. Apa yang kita lakukan, kita diskusikan dengan merchant kita yang kebanyakan merchant GrabFood. ,” ujarnya dalam acara CEO Live Series #1: Peluang Percepatan Ekonomi Digital dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Neneng mengungkapkan, karyawan yang mengalami PHK diberikan pilihan untuk mencari pekerjaan di divisi lain, atau memilih mengundurkan diri.

Baca juga: Tutup GrabKitchen, Grab Akui Akan Ada PHK Puluhan Karyawan

4. Pergi ke

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo merumahkan 12 persen dari total karyawannya atau sebanyak 1.300 orang.

CEO GoTo Group Andre Soelistyo mengatakan, GoTo harus fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali perusahaan.

Perampingan ini dipicu oleh tantangan ekonomi makro global yang berdampak signifikan pada pelaku bisnis di seluruh dunia. Untuk itu, GoTo merasa perlu beradaptasi untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam menghadapi tantangan ke depan.

Kedepannya, GoTo akan mengakselerasi bisnisnya agar dapat mandiri secara finansial dan tumbuh secara berkelanjutan.

“Hal itu dilakukan antara lain dengan fokus pada layanan inti yaitu on-demand, e-commerce, dan financial technology,” tulis GoTo.

Baca juga: PHK 1.300 Karyawan, Berapa Penghematan Biaya yang Didapatkan GoTo?


Leave a Reply

Your email address will not be published.