Tekno  

Daftar Saham Cuan Minggu Ini, Prakiraan Kesehatan Pertambangan Berkilau

Jakarta, CNN Indonesia

Indeks Harga Membagikan Gabungan (IHSG) turun 66,09 poin, atau 0,96 persen, menjadi 6.814 pada perdagangan minggu lalu. Investor asing mencatat penjualan bersih atau penjualan bersih di semua pasar sebesar Rp426,29 miliar.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham telah melemah lima kali. Secara total, kinerja indeks saham turun 3,02 persen.

Harian Eksekutif Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono mengatakan kapitalisasi bursa turun 2,43 persen dari Rp9.234 triliun menjadi Rp9.009 triliun.

Peningkatan terjadi pada rata-rata volume transaksi bursa sebesar 2,72 persen dari Rp23,41 miliar menjadi 24,05 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 4,82 persen dari 1.224.595 pada pekan lalu menjadi 1.165.599 kali.

“Rata-rata nilai transaksi harian bursa turun 7,09 persen menjadi Rp12 triliun dari Rp12,92 triliun,” katanya seperti dikutip dari situs BEI, Jumat (14/10).

Pelatih investasi saham dan derivatif dan CEO Akela Trading System Hary Suwanda mengatakan penurunan IHSG telah menyentuh dukungan breakout di 6.927 minggu lalu.

Hal itu membuat sentimen negatif akan mewarnai perdagangan IHSG pekan ini. Hary memprediksi pada pekan depan IHSG akan bergerak dalam kisaran mendukung 6.756 dan perlawanan 6.927.

Ia juga menyebutkan rilis data inflasi AS sebesar 8,2 persen YoY yang berarti penurunan tersebut tidak sesuai dengan penurunan yang diharapkan dari The Fed. Oleh karena itu, investor dinilai telah mempersiapkan diri dengan kenaikan suku bunga sebesar 75 bps menjadi 375-400 pada FOMC 2 November dan 75 bps pada FOMC 14 Desember.

“Investor tetap tenang, perhatikan baik-baik” jangka panjang multi-tahunIHSG masih naik (uptrend). Fokus pada emiten yang memiliki kinerja operasional yang solid dan didukung oleh manajemen yang profesional CNNIndonesia.comMinggu (16/10).

Oleh karena itu, Hary merekomendasikan sektor-sektor yang tidak terlalu terpengaruh oleh inflasi, seperti barang konsumsi. Ada PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang ditutup naik 2,17 persen menjadi 940 pada pekan lalu. Ia memprediksi HMSP bisa menembus 990.

[Gambas:Video CNN]

Kemudian, PT Mayora Indah Tbk alias MYOR yang tumbuh 5,88 persen ke level 2.160 pada pekan lalu. Hary memproyeksikan MYOR bisa menembus 2.340.

Ada juga PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) yang naik 5,63 persen menjadi 1.500 pekan lalu. Ia memprediksi CHEESE bisa menembus hingga 1.575.

Di samping itu barang konsumsi, ia juga merekomendasikan saham dari sektor pertambangan. Di sektor ini, Hary merekomendasikan PT Vale Indonesia Tbk atau INCO yang tumbuh 2,68 persen menjadi 6.700 pekan lalu.

Ia memprediksi INCO bisa menembus 7.275. Dia juga merekomendasikan sektor Mesin yang mendukung pertambangan, seperti PT United Tractors Tbk (UNTR), setelah naik 4,81 persen menjadi 33.750 pada pekan lalu. Hary memprediksi UNTR bisa mencapai 35.425.

Hary juga merekomendasikan sektor pariwisata dan rekreasi yakni PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk alias RISE yang tumbuh 3,37 persen ke posisi 920 pada pekan lalu.

Sementara itu, Analis Pasar Modal Oktavianus Audi memprediksi IHSG pada pekan depan masih bergejolak dengan kecenderungan masih dalam tren melemah.

Meski begitu, IHSG telah kembali memasuki zona tersebut oversold yang bisa membuka peluang rebound teknis. Oktavianus memprediksi IHSG akan bergerak di kisaran tersebut mendukung 6650 dan perlawanan 6.950.

Senada dengan Hary, Oktavianus juga menyinggung rilis data inflasi AS yang melebihi ekspektasi 6,6 persen. Hal ini menjadi sentimen negatif karena The Fed masih memiliki ruang untuk terus agresif menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, rilis data neraca perdagangan diprediksi masih akan terjadi surplus meski akan turun hingga US$ 4,84 miliar.

Hal ini menjadi sentimen positif karena dalam 18 bulan terakhir Indonesia masih mencatatkan surplus di tengah tingginya permintaan komoditas global, terutama dari Eropa.

Namun, menurut perkiraan BI akan menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 4,5 persen setelah sebelumnya naik 50 bps. Pengetatan kebijakan moneter telah memperparah laju pertumbuhan ekonomi dan IHSG karena akan menekan daya beli masyarakat dan membatasi ekspansi.

“Investor dapat melihat kemungkinan hal ini terjadi rebound teknis dengan alokasi investasi yang kecil. Mengingat situasi global yang masih lesu, saat ini saya masih mempertimbangkan tenor investasinya lebih panjang atau di atas 1 tahun,” saran Oktavianus.

Menurut Oktavianus, investor sebaiknya menghindari saham di sektor teknologi, properti, dan industri dasar. Beberapa sektor yang dapat diamati adalah kebutuhan pokok konsumen, kesehatan, dan energi.

Secara teknikal, dia merekomendasikan saham PT HM Sampoerna Tbk alias HMSP yang ditutup naik 2,17 persen menjadi 940 pada pekan lalu. Oktavianus menilai HMSP bisa menembus hingga 990.

Selain itu, ada juga saham PT Delta Dunia Makmur Tbk atau DOID yang bergerak di bidang pertambangan. DOID naik 1,99 persen menjadi 410 minggu lalu. Octavian memprediksi stok ini bisa mencapai 450.

(Sct/Agustus)


Leave a Reply

Your email address will not be published.