Tekno  

Google Bayar Denda Rp 1,2 Triliun Gara-Gara Ini

ARIZONA (RIAUPOS.CO) – Semua orang tahu bahwa bisnis utama Google adalah periklanan online. Banyak yang mengatakan bahwa upaya Google untuk meningkatkan hasil pencarian hingga saat ini adalah untuk tujuan lain, yaitu memberikan iklan yang lebih baik kepada pengguna.

Oleh karena itu, perusahaan harus mengumpulkan banyak data tentang keberadaan pengguna. Jika tidak, mereka tidak akan dapat menyediakan iklan bertarget yang sesuai.

Yamaha Alfa Scorpio

Namun, ini bertentangan dengan privasi pengguna. Baru-baru ini, negara bagian Arizona mengajukan gugatan terhadap raksasa teknologi tersebut. Dan kini, diketahui bahwa Google harus membayar USD 85 juta atau sekitar Rp. 1,2 triliun lebih untuk menyelesaikan gugatan.

Dikutip dari Bloomberg, Jaksa Agung Arizona Mark Brnovich mengajukan gugatan pada Mei 2020 dengan mengklaim perusahaan tersebut melanggar Undang-Undang Penipuan Konsumen negara bagian.

Selain Arizona, banyak pengacara negara bagian lainnya, termasuk Texas, Indiana, dan Washington DC, telah mengajukan klaim serupa. Mereka semua menuduh Google mengumpulkan data lokasi pengguna secara ilegal.

Meskipun pengguna telah mematikan pengaturan lokasi mereka di smartphone, Google dikatakan masih mengumpulkan data lokasi mereka. Pada saat itu, karyawan Google sendiri bingung dengan kontrol privasinya.

Brnovich mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa denda penyelesaian adalah jumlah terbesar per pengguna individu yang telah dibayar Google dalam gugatan skala ini.

“Saya bangga dengan penyelesaian bersejarah ini yang membuktikan bahwa tidak ada entitas, bahkan perusahaan teknologi besar, yang kebal hukum,” kata Brnovich.

Sebagai tanggapan, mengutip Gizchina, juru bicara Google Jose Castaneda mengatakan dalam sebuah pernyataan perusahaan bahwa gugatan di Arizona berkaitan dengan kebijakan produk lama yang telah berubah dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami menyediakan opsi kontrol langsung dan penghapusan otomatis untuk data lokasi, dan selalu berupaya meminimalkan data yang kami kumpulkan,” katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya akan terus bekerja lebih baik dan semaksimal mungkin menciptakan teknologi yang user-friendly. “Kami senang bahwa masalah ini telah diselesaikan dan akan terus memfokuskan perhatian kami untuk menyediakan produk yang bermanfaat bagi pengguna kami,” lanjut Castaneda.

Seperti disebutkan di atas, selain Arizona, Google juga menghadapi tuntutan hukum yang diajukan oleh jaksa agung lainnya di Indiana, Texas, dan Washington, DC atas keluhan pelacakan data serupa. Seperti gugatan Arizona, pengajuan tersebut berasal dari laporan Associated Press 2018 tentang Google yang masih melacak lokasi pengguna Android tanpa izin mereka.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra




Leave a Reply

Your email address will not be published.