Tekno  

Hari Bumi Semakin Panjang, Para Pakar Kebingungan Temukan Alasannya

Jakarta, CNN Indonesia

Ilmuwan menemukan fakta suatu hari nanti Bumi sekarang bertahan lebih lama. Mereka masih penasaran dengan penyebabnya fenomena itu.

Mengutip Science Alert, para ilmuwan menemukan fakta itu melalui jam atom yang dikombinasikan dengan pengukuran astronomi yang tepat. Sayangnya, penyebab fenomena ini masih misterius.

Bumi memang mencatat hari terpendeknya pada 29 Juni 2022. Namun jika dilihat dalam jangka panjang, lintasannya justru berubah dari lebih cepat menjadi lebih lama.

Perubahan ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam 50 tahun terakhir. Para ahli masih belum mengetahui penyebabnya.

Mungkin karena perubahan sistem cuaca, dengan terjadinya La Nina. Atau, bisa juga karena perubahan itu karena semakin mencairnya lapisan es.

Para ilmuwan hanya bisa berspekulasi mengenai perubahan misterius ini. Mereka menduga kecepatan rotasi Bumi terkait dengan fenomena yang disebut ‘Chandler Wobble’ (goyangan chandler).

Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan penyimpangan kecil yang terjadi pada sumbu rotasi bumi dengan periode sekitar 430 hari. Pengamatan dari teleskop radio menunjukkan bahwa goyangan itu telah menghilang dalam beberapa tahun terakhir.

Kemungkinan lain, menurut para ahli, adalah bahwa tidak ada perubahan spesifik yang terjadi di atau di sekitar Bumi. Perlambatan ini mungkin hanya efek jangka panjang dari pasang surut yang bekerja secara paralel dengan proses periodik lainnya.

Hal ini menyebabkan perubahan sementara dalam tingkat rotasi bumi.

Selama ini penduduk bumi paham bahwa proses rotasi berlangsung selama 24 jam. Faktanya, Bumi berputar pada berbagai waktu.

Itu terjadi selama jutaan tahun hingga waktu yang sangat singkat. Bahkan gempa bumi dan badai dapat mempengaruhi rotasi.

Contohnya adalah gempa besar di Tohoku Jepang, yang terjadi pada tahun 2011. Berkekuatan 8,9 SR, diyakini telah mempercepat rotasi Bumi hanya 1,8 mikrodetik.

Selama jutaan tahun, rotasi Bumi diyakini telah melambat karena efek gesekan yang terkait dengan pasang surut yang dipengaruhi Bulan. Proses ini diyakini menambah sekitar 2,3 milidetik per hari di setiap abad.

Jutaan tahun yang lalu, satu hari di Bumi diyakini hanya berlangsung selama 19 jam. Tapi selama 20.000 tahun terakhir, proses lain telah membuat rotasi Bumi lebih cepat.

Yang jelas, rotasi di Bumi jarang terjadi tepat 24 jam atau 86400 detik.

Mengutip The Conversation, memahami tingkat rotasi Bumi sangat penting untuk berbagai perangkat seperti sistem navigasi seperti GPS, yang tidak akan berfungsi tanpa rotasi itu.

Selanjutnya, setiap beberapa tahun, pencatat waktu memasukkan beberapa detik ke dalam skala waktu resmi di Bumi untuk memastikan GPS tetap sinkron dengan planet ini.

Jika hari-hari Bumi berubah menjadi sangat lama, umat manusia mungkin harus mengakomodasi ‘lompatan kedua negatif’ yang belum pernah terjadi sebelumnya yang akan menghancurkan internet.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)


Leave a Reply

Your email address will not be published.