Tekno  

IKN Membuka Peluang bagi Penyedia Teknologi untuk Mengembangkan Kota Cerdas

image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Otoritas Ibukota Nusantara (OIKN) membuka peluang bagi para penyedia teknologi dalam dan luar negeri untuk berpartisipasi dalam pengembangan smart city di IKN.

Deputi OIKN Bidang Green and Digital Transformation Prof Mohammed Ali Berawi mengatakan saat ini pihaknya telah menerima berbagai masukan dan tawaran untuk berpartisipasi dari berbagai perusahaan dunia, baik yang telah menerapkan konsep smart city maupun BUMN seperti Telkom dan PLN.

“Ini rata-rata yang sangat besar, saya yakin ini tidak akan mengarah pada dominasi monopoli pasar teknologi, ini akan kita upayakan untuk memaksimalkan keuntungan bagi warga kota IKN atau pemerintah dan pelaku usaha,” kata Prof. Ali.

Lebih lanjut Prof Ali mengatakan syarat yang diajukan untuk menjadi penyedia teknologi IKN adalah interoperabilitas, terjangkau dan berkelanjutan.

Nantinya perusahaan dari dalam dan luar negeri akan mengikuti lelang dan prosesnya akan transparan.

Menurut Prof Ali, jika pemenang tender berasal dari luar negeri, maka harus mengikuti persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Jadi meski di luar negeri konsepnya TKDN, kita harapkan nanti investor dari luar negeri kita datangkan ke Indonesia, dia joint venture dengan perusahaan dalam negeri,” ujarnya.

Prof Ali juga menyebutkan beberapa nama perusahaan yang telah mengajukan penawaran ke IKN, antara lain Google, Microsoft, Amazon Web Service, IMB, Samsung, dan Honeywell.

Presiden Honeywell untuk Indonesia dan Filipina Roy Kokasih menyampaikan kesiapannya untuk mendukung pengembangan IKN melalui teknologi dan solusi pengelolaan ibu kota baru yang cerdas dan berkelanjutan.

“Honeywell memiliki pengalaman luas dalam membantu kota-kota di seluruh dunia menciptakan lingkungan perkotaan yang terhubung, aman, terlindungi, produktif, dan berkelanjutan dengan teknologi yang tepat,” kata Roy.

Bangunan berkelanjutan dapat membantu mengurangi emisi karbon dengan tetap menjaga kesehatan dan kenyamanan penghuninya.

Dengan bangunan yang berkelanjutan, IKN lebih siap menjadi smart city. Menurut Roy, kunci kota yang cerdas dan berkelanjutan adalah penggunaan teknologi yang terhubung, terintegrasi, dan otomatis.

“Penggunaan teknologi yang tepat akan menciptakan tata kelola kota yang tepat pula,” ujarnya. (di)

Leave a Reply

Your email address will not be published.