Tekno  

Industri Pengemasan Indonesia Mencari Peluang Teknologi Baru di Jerman

Para pelaku industri pengemasan perlu mempersiapkan diri untuk menyerap teknologi terkini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Industri pengemasan Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Packaging Federation (IPF) bersiap mengikuti pameran Interpack 2023 di Jerman. Direktur Eksekutif IPF, Henky Wibawa mengatakan, pameran tiga tahunan yang sedianya digelar pada 2020 itu harus absen selama pandemi Covid-19. Acara tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 4-10 Mei 2023.


“Persiapannya bermacam-macam, terutama untuk pameran, bagaimana mencari jaringan, agar ada kerja sama di bidang materi atau yang lainnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/11/2022).


Menurutnya, pada pameran terkemuka ini, para pelaku industri pengemasan juga perlu mempersiapkan diri untuk menyerap teknologi terkini yang digunakan di industri tersebut. “Hal penting lainnya adalah soal teknologi, bagaimana kita bisa menggunakan teknologi agar lebih efisien dalam menjalankan bisnis kemasan,” ujarnya.


Henky juga mengangkat isu industri kemasan yang berkelanjutan terkait penggantian kemasan tradisional dengan kemasan canggih yang memiliki masa simpan lebih lama dan meningkatkan keberlanjutan. “Pengemasan dapat mendukung konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dengan memungkinkan penggunaan sumber daya yang efisien dan meminimalkan limbah,” katanya.


Pameran Interpack 2023, pihak penyelenggara yaitu Messe Düsseldorf melakukan roadshow termasuk ke Indonesia untuk mensosialisasikan penyelenggaraan pameran interpack.


Sementara itu Project Director Interpack Messe Düsseldorf, Thomas Dohse menambahkan, para pelaku industri packaging dunia sangat menantikan pameran Interpack. Karena jauh-jauh hari seluruh area pameran Interpack sudah habis terjual.


“Negara pemasok teratas dan negara lain tidak sabar untuk mempresentasikan solusi inovatif mereka di Interpack 2023. Solusi dan teknologi terbaru yang akan sangat memengaruhi tren pengemasan di semua sektor industri,” ujarnya.


Sekitar 2.700 peserta pameran dari seluruh dunia akan menghadirkan teknologi mutakhir dan tren pengemasan dari seluruh rantai nilai. Setelah enam tahun dan dipaksa keluar selama pandemi berarti ada banyak perkembangan baru di pasar.


Meski masih tersisa satu tahun sebelum acara, Interpack sudah terjual habis untuk menempati seluruh area pameran. Perusahaan yang berminat masih bisa mendaftar untuk masuk daftar tunggu dan dengan demikian juga berkesempatan mengikuti pameran.

Leave a Reply

Your email address will not be published.