Tekno  

Inovasi Ini Meningkatkan ColorOS 13 Memiliki Performa dan Efisiensi Maksimal

Saat ini, banyak orang yang semakin mengandalkan perangkat pintar atau smart device dalam kesehariannya. Ya! Perangkat pintar yang digunakan juga harus mampu memberikan pengalaman pengguna yang tidak hanya cepat, tetapi juga sangat bermanfaat.

Meski smartphone atau smartphone telah menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat di tahun 2022, memastikan kinerja perangkat yang optimal masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi industri smartphone.

Selama sepuluh tahun terakhir, smartphone mengalami peningkatan jumlah RAM dan ROM dan mampu membuka berbagai aplikasi dengan lebih cepat. Sayangnya, masih banyak smartphone yang cenderung overheat dan mengkonsumsi daya baterai yang tinggi.

Perangkat Keras Berkualitas untuk Performa Maksimal

Produsen smartphone kini berlomba-lomba menghadirkan hardware dengan performa paling bertenaga. Timbul pertanyaan, apakah produsen smartphone perlu mengembangkan hardware dengan performa berlebihan? Namun, OPPO percaya bahwa ada solusi.

Ya! Solusi yang diyakini OPPO adalah memastikan kinerja hardware dapat dimaksimalkan secara efisien dan sesuai kebutuhan. Saat menerapkan perangkat keras bertenaga tinggi di ponsel cerdas, pengembang biasanya membuat dua kesalahan umum.

Kesalahan pertama adalah terjadinya overallocation, dimana perangkat keras menerapkan sumber daya komputasi untuk hal-hal yang tidak perlu sehingga dapat meningkatkan konsumsi daya secara berlebihan dan membuat perangkat yang dihasilkan terasa lebih panas.

Dua smartphone dengan chipset yang sama terkadang memiliki tingkat konsumsi daya yang berbeda. Ini karena satu perangkat lebih efisien dalam hal alokasi sumber daya dan penjadwalan sumber daya daripada yang lain.

Kesalahan kedua adalah terjadinya konflik penjadwalan memori yang dapat menyebabkan smartphone menjadi lambat atau macet. Ini bisa terjadi ketika pengguna melakukan banyak tugas dan beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lain, di mana sumber daya komputasi membutuhkan waktu untuk berpindah.

Untuk mengatasi masalah ini dan memastikan perangkat keras di smartphone dapat berfungsi secara optimal, OPPO telah mengembangkan Dynamic Computing Engine. Ini adalah hub komputasi tingkat sistem yang diimplementasikan dalam sistem operasi ColorOS 13.

Mesin Komputasi Dinamis, Inovasi dari OPPO

OPPO mengatakan bahwa Dynamic Computing Engine di ColorOS menggunakan Computing Power Model untuk melakukan penjadwalan sumber daya perangkat keras secara lebih efektif dan akurat. Caranya, dengan mengoptimalkan empat teknologi komputasi.

Keempat teknologi komputasi tersebut adalah Parallel Computing, High-Performance Computing, Device-Cloud Collaborative Computing, dan Intelligent Computing. Oleh karena itu, Dynamic Computing Engine dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih lancar, lebih stabil, dan lebih tahan lama saat menggunakan perangkat OPPO.

Dynamic Computing Engine adalah platform teknologi yang dikembangkan untuk menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak untuk memberikan kinerja dan efisiensi maksimum. Untuk engine ColorOS 13 edisi pertama, OPPO telah mengimplementasikan Computing Power Model dan Parallel Computing Engine.

Model Daya Komputasi

Saat menerapkan strategi untuk memastikan penjadwalan sumber daya komputasi yang lebih efisien, pengembang sering kali tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang mikroarsitektur chip sehingga tidak dapat menyeimbangkan kinerja daya tinggi dengan efisiensi daya.

Untuk mengatasi masalah ini, pengembang ColorOS melakukan pengujian selama tiga tahun untuk menemukan metode sumber daya komputasi terbaik untuk mencapai keseimbangan optimal antara kinerja daya tinggi dan konsumsi daya rendah.

Setelah menganalisis dan menguji berbagai data yang diperoleh, tim pengembang berhasil mengembangkan Computing Power Model yang mampu melakukan penjadwalan resource level instruksi di CPU, GPU, dan DDR secara lebih efisien.

Dengan dukungan Computing Power Model yang diterapkan oleh OPPO, saat perangkat menjalankan program game atau membuka kamera, CPU hanya perlu bertindak sebagai “asisten” dan tidak perlu melakukan alokasi sumber daya untuk menjalankan fungsi tersebut.

Keuntungannya, hal ini dapat menghindari alokasi sumber daya yang berlebihan sehingga tidak perlu berulang kali menguji efisiensi alokasi sumber daya. Tidak hanya itu, juga dapat mengurangi konsumsi daya dan memperpanjang usia baterai.

Data dari OPPO Find X5 Pro menunjukkan bahwa Computing Power Model dapat meningkatkan efisiensi daya secara signifikan. Menurut data dari OPPO Lab, setelah melakukan upgrade ke ColorOS 13, perangkat Find X5 Pro dapat digunakan untuk berkomunikasi melalui WhatsApp selama 19 jam.

Saat digunakan bermain PUBG bisa bertahan selama 9 jam, menonton video YouTube selama 22 jam, atau video call via WhatsApp selama 8 jam. Simulasi ini juga menunjukkan bahwa daya tahan baterai Find X5 Pro dapat mencapai rata-rata 34 jam dalam penggunaan normal.

Mesin Komputasi Paralel

Sama seperti penjadwalan resource level instruksi yang dapat menyeimbangkan kinerja perangkat dan konsumsi daya, Parallel Computing Engine juga merupakan teknologi yang cukup penting dalam mengatasi konflik alokasi memori.

Android menggunakan sistem alokasi memori serial yang diterapkan pada aplikasi yang pertama kali dibuka oleh pengguna. Namun, mengingat kompleksitas berbagai aplikasi di smartphone, sistem ini juga tampaknya memiliki kelemahan yang signifikan.

Misalnya, ketika pengguna berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain yang membutuhkan memori dalam jumlah besar, perangkat akan melambat (lag) atau bahkan membeku (freeze). Ini karena terlalu banyak memori yang dialokasikan untuk mengoperasikan aplikasi yang pertama kali dibuka.

Sementara itu, sistem tidak dapat mengalokasikan memori untuk membuka aplikasi lain dalam waktu singkat. Fenomena ini merupakan masalah umum yang sering dialami oleh pengguna smartphone dan sampai saat ini belum ada solusinya.

Ya! Terjadinya slowdown (lag) atau freeze yang disebabkan oleh lock contention. Saat mengembangkan ColorOS, OPPO menemukan bahwa sebanyak 30% kasus lag atau freeze pada smartphone di tangan pengguna disebabkan oleh lock contention.

Untuk mengatasi masalah ini, ColorOS menerapkan desain mikrokernel canggih yang mampu melakukan alokasi memori dan reclaim memori secara paralel, sehingga aplikasi berat tidak perlu “mengantre” untuk mendapatkan memori.

Dengan membagi memori yang terkunci menjadi beberapa blok kecil, CPU akan dapat melakukan alokasi memori lebih cepat sehingga mengurangi lag saat berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Solusi ini penting untuk memberikan pengalaman pengguna yang mulus di ColorOS.

Performa Hebat di ColorOS 13

Berkat teknologi Dynamic Computing Engine, ColorOS 13 mampu menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih cepat dan cerdas. Dari segi produktivitas, ColorOS 13 juga memiliki fitur Multi-Screen Connect yang ditingkatkan sehingga dapat menghubungkan smartphone dengan OPPO Pad Air atau PC.

Dilengkapi dengan OPPO Share, Multi-Screen Connect juga memungkinkan pengguna untuk memindahkan file dari satu perangkat ke perangkat lainnya dengan lebih cepat dan mudah, baik memindahkan file dari smartphone ke tablet atau ke komputer tanpa menggunakan internet.

Dalam hal pengalaman interaktif, Quantum Animation Engine di ColorOS meningkatkan realisme tampilan animasi dengan memberikan detail tambahan dan gerakan fisik tingkat lanjut sehingga pengoperasian antarmuka ColorOS tampaknya mencerminkan hukum fisika.

Setelah melakukan penelitian mendalam dan menerima umpan balik pengguna, tim pengembangan ColorOS telah mengoptimalkan 61 efek animasi di antarmuka ColorOS dan menghadirkan Prediksi Perilaku di Mesin Animasi Quantum.

Behavioral Prediction ini dapat mengenali dan memprediksi input dari pengguna saat mengoperasikan perangkat. ColorOS 13 juga menghadirkan fitur baru yaitu LTPO 2.0 yang dapat mengurangi konsumsi daya dengan mengintegrasikan perangkat keras dan perangkat lunak.

LTPO 2.0 dapat mengurangi kecepatan refresh pada Always-On Display hingga 1Hz untuk mengurangi konsumsi daya hingga 30% saat menggunakan aplikasi tertentu. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan pengaturan Always-On Display tanpa mengkhawatirkan masa pakai baterai.

Tidak hanya itu, ColorOS 13 yang dikembangkan oleh OPPO juga dilengkapi Insight Always-On Display yang dapat membantu pengguna untuk memantau penggunaan smartphone sehari-hari atau menampilkan avatar Bitmoji digital untuk mengekspresikan diri.

Selain itu, Always-On Display juga dapat digunakan untuk memutar musik di dalam aplikasi Spotify atau menampilkan informasi saat memesan makanan secara online sambil menggunakan aplikasi seperti Swiggy dan Zomato tanpa membuka kunci layar.

Dalam hal privasi dan keamanan, ColorOS 13 memiliki fitur Auto Pixelate yang menerapkan algoritme sisi perangkat untuk secara otomatis mengaburkan foto profil dan nama pengguna serta lawan bicara saat mengambil tangkapan layar di aplikasi perpesanan.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menangkap tangkapan layar tanpa mengkhawatirkan keamanan privasi diri sendiri dan orang lain. ColorOS 13 juga dilengkapi fitur Private Safe yang diperbarui yang menggunakan enkripsi file AES.

OPPO juga berjanji akan terus mengembangkan Dynamic Computing Engine pada rilis ColorOS berikutnya. Ini bertujuan untuk menghadirkan fitur dan konten baru lainnya, seperti High-Performance Computing, Device-Cloud Collaborative Computing, dan Intelligent Computing.

Leave a Reply

Your email address will not be published.