Tekno  

ISICAM 2022 Memperkaya Ilmu Kedokteran Jantung dan Pembuluh Darah

Konferensi Pers Annual Society of Interventional Cardiology Indonesia 2022 (Foto: Audrey/SWA)

Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit utama di dunia dengan angka kematian tertinggi. Misalnya serangan jantung yang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Selain itu, diperlukan pelayanan kesehatan dengan prosedur lanjutan untuk kateterisasi jantung dan pemasangan ring. Prosedur seperti itu diperlukan untuk menyelamatkan nyawa. Kateterisasi adalah prosedur intervensi kardiologi dengan memasukkan alat ke dalam tubuh manusia tanpa operasi.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, telah ditemukan inovasi selain operasi jantung yaitu intervensi kardiologi. Sejarahnya dimulai oleh Andreas Gruentzig pada tahun 1977 di Zurich, Swiss dan di Indonesia sudah ada sejak tahun 1980 oleh Dr. Otte J. Rachman dan Dr. Ivan Boestan.

Perkembangan intervensi kardiologi di Indonesia semakin pesat, tidak hanya pemasangan ring untuk penyempitan pembuluh darah tetapi juga berbagai prosedur intervensi non bedah untuk kasus penyakit katup (percutaneous valvuloplasty).

Guna meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan tentang pengobatan ini, Persatuan Intervensi Kardiologi (PIKI) mengadakan pertemuan tahunan. Pertemuan Tahunan Perhimpunan Kardiologi Intervensional Indonesia (ISICAM) 2022 di Jakarta, hari ini (25/11/2022).

menurut dr. Ismir Fahri, SpJP(K), Ketua Panitia ISICAM 2022, banyak update ilmiah untuk tenaga kesehatan. “Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menambah ilmu, bertukar pengalaman dan memperluas jejaring kerjasama dalam dunia intervensi kardiologi untuk pelayanan dan pengobatan yang baik bagi seluruh pasien jantung dan pembuluh darah di Indonesia,” ujarnya saat menghadiri jumpa pers di Jakarta .

Konferensi ini merupakan acara kardiologi intervensi terbesar di Indonesia dengan 177 pembicara dan moderator yang sebagian besar adalah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah serta menghadirkan 34 pembicara internasional. Lebih dari 1.300 peserta mengikuti diskusi yang membahas tentang kateterisasi jantung, pemasangan cincin dengan berbagai alat terbaru, pemasangan cincin di pembuluh darah vena kaki dan arteri besar, penanganan katup jantung hingga penutupan lubang jantung pada kelainan jantung bawaan. Terdapat 11 bengkel untuk dokter, 1 bengkel untuk perawat. 21 sesi simposium dengan simposium internasional bersama (Jepang dan Singapura) dengan diskusi kasus langsung di Selandia Baru dan India.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.