Tekno  

Jenius Umar “Tunjukkan pada dunia bahwa anak-anak Kota Pariaman bisa”


Juni |
14 November 2022

Kominfo Kota Pariaman — Tunjukkan pada dunia bahwa anak-anak Kota Pariaman bisa, walaupun kita berasal dari kota kecil, tapi kita mampu bersaing untuk belajar di kampus-kampus terbaik di negeri ini, dan nantinya bisa menjadi penopang keluarga mereka, mendapatkan keluar dari kemiskinan.

Demikian disampaikan Walikota Pariaman Genius Umar saat memberikan motivasi, tips dan trik kepada mahasiswa program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja), baik yang masih kuliah maupun yang sudah lulus dan sudah bekerja, online, di kantor walikota. , Desa Kampung Jawa II, Kecamatan Pariaman Tengah, Senin malam (14/11).

Program Saga Saja, merupakan program unggulan Pemkot Pariaman yang sudah dimulai sejak tahun 2018, meski belum dilantik, namun program ini sudah dimulai sejak Agustus 2018, dimana pelantikannya dilakukan pada bulan Oktober 2018, karena Genius menganggap program ini sangat penting, dengan tujuan mencerdaskan anak-anak Kota Pariaman, dan mengentaskan kemiskinan.

“Dengan program Saga Saja ini, kami Pemerintah Kota Pariaman memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Kota Pariaman yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, dan semua biaya ditanggung oleh Pemerintah Kota Pariaman. Pemerintah,” katanya.

Genius berharap Siswa Saja Saga yang sampai saat ini berjumlah 260 orang dapat menjadi pemenang, menjadi pejuang untuk dapat menuntut ilmu dengan baik, dan menjadi orang sukses dan sukses di masa depan, sehingga mampu membawa keluarga mereka selain keluarga tidak mampu, katanya.

“Kami berharap agar anak-anak dapat belajar dengan baik dan sungguh-sungguh, serta menanamkan dalam diri bahwa kalian sedang dikuliah oleh Pemko Pariaman, nanti membantu orang tua kalian dan merubah hidup kalian, agar lebih baik kedepannya,” ujarnya.

Pada kesempatan vidcon ini, Genius juga menanyakan berbagai pertanyaan kepada peserta program Safa Only yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, serta tips mengatasi perbedaan budaya yang ada, agar bisa menerima dan beradaptasi dengan budaya lokal, komentarnya.

“Memang bagi anak-anak yang belajar di Pulau Jawa akan terjadi Gegar Budaya (Perbedaan Budaya) yang akan mereka alami, oleh karena itu kita harus bisa menyikapi dengan bijak mana yang baik dan mendukung kita untuk menjadi pribadi yang kuat, barulah kita bisa kita ikuti, begitu juga sebaliknya, agar ketika di perantauan kita bisa menjadi pribadi yang baik dan siap pakai,” ujar lulusan Program Doktor di IPB ini.

Mahasiswa Program Saga Saja Kota Pariaman belajar di Politeknik Negeri Padang, Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang, Politeknik Pelayaran Sumbar, Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Telkom.

Tampak ikut dalam vidcon ini, Ketua Baznas Kota Pariaman, Zalman Zaunit, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Kanderi dan Pengawas Dewan Pendidikan Kota Pariaman, Armen. (J)

MC Kota Pariaman

Leave a Reply

Your email address will not be published.