Tekno  

Jokowi Serius Soal Kanjuruhan, Segera Tentukan Langkah

Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo serius memperhatikan penyelidikan atas tragedi tersebut Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

Ia mengatakan Jokowi akan segera menentukan langkah terkait insiden tragis tersebut bersama FIFA setelah adanya laporan dari Tim Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF).

“Dia sangat serius dengan kasus tragedi sepak bola Kanjuruhan di Malang. ‘Bagaimana temuan TGIPF? Saya tunggu’, kata presiden, karena mereka akan segera menentukan langkah dengan FIFA yang akan berkunjung ke sini minggu depan. , tim penyisihan,” kata Mahfud di Istana. Presiden, Jakarta, Rabu (12/11).

Namun, Mahfud tidak merinci langkah apa yang akan diambil Jokowi dan FIFA nanti.

Mahfud hanya memastikan TGIPF akan menyerahkan laporan akhir peristiwa Kanjuruhan kepada Jokowi pada Jumat (14/10). Ia mengatakan semua materi sudah dimiliki oleh TGIPF dan tinggal mempertajam rekomendasi.

“Rekomendasinya apa? Tentu belum bisa saya sampaikan sampai saya sampaikan secara resmi kepada Presiden pada Jumat,” ujarnya.

Selain itu, Mahfud mengatakan polisi dan TNI telah mengambil tindakan administratif dan mensahkan anggotanya yang terlibat dalam peristiwa Kanjuruhan.

Kemudian, Komnas HAM juga telah melakukan penelitian yang memiliki kesimpulan dari sudut kewenangannya.

“Untuk pelanggaran HAM biasa, saat ini ada enam tersangka. Itu kejahatan atau kejahatan atau kelalaian, itu pelanggaran HAM yang normal. Jika HAM berat menjadi urusan Komnas HAM, kami tidak akan ikut campur dan kami tidak tahu. apa yang akan diumumkan oleh Komnas HAM,” katanya.

Sebagai informasi, FIFA dijadwalkan tiba di Indonesia pada 18 Oktober mendatang. Mereka datang untuk meninjau total tata kelola sepakbola Indonesia.

Kedatangan FIFA ke Indonesia sebagai tindak lanjut komunikasi antara Pemerintah Indonesia dengan Presiden FIFA Gianni Infantino pasca Tragedi Kanjuruhan.

Tragedi Kanjuruhan terjadi pada 1 Oktober 2022, usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya. Awalnya, usai pertandingan malam itu, suporter Arema turun ke area lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Namun, polisi membalas dengan menembakkan gas air mata ke lapangan dan stadion. Alhasil, penonton lari panik hingga terinjak-injak. Mereka juga mengalami sesak napas.

Sebanyak 132 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.

(rzr/tsa)

[Gambas:Video CNN]


Leave a Reply

Your email address will not be published.