Tekno  

Juru Bicara Pastikan PSSI Terlibat dalam Tim Transformasi Sepak Bola bersama FIFA

TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara PSSI Ahmad Riyadh mengatakan bahwa tim dari Asosiasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah tiba di Indonesia. Kedatangan tim FIFA untuk berkantor di Indonesia merupakan bagian dari komunikasi Presiden Joko Widodo dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk membantu memajukan sepak bola Indonesia.

“Kemarin FIFA sudah datang dan berkantor di PSSI. Pukul 16.00 WIB kita akan rapat. Sampai puncaknya, Presiden FIFA akan datang ke Indonesia pada 18-19 Oktober,” kata Riyadh usai rapat dengan Gabungan Fakta Independen. -Tim Pencari (TGIFP) di Kantor Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan pada Selasa, 11 Oktober 2022.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah menerima surat balasan dari FIFA terkait Tragedi Kanjuruhan. Usai menerima surat tersebut, Jokowi mengatakan Indonesia tidak terkena sanksi dari FIFA terkait kerusuhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa FIFA akan memiliki kantor di Indonesia untuk membantu kemajuan sepakbola. Nantinya, FIFA, AFC, dan pemerintah Indonesia akan bekerja sama dengan PSSI untuk membahas standar keamanan stadion, protokol dan prosedur keamanan polisi, hingga penjadwalan pertandingan dan bantuan FIFA kepada PSSI selama transformasi.

Riyadh memastikan PSSI akan terus terlibat dalam proses peningkatan kompetisi sepakbola di Indonesia. Dia menepis anggapan bahwa FIFA sengaja tidak melibatkan federasi karena tidak menyebut PSSI secara langsung. “Dalam surat itu jelas disebutkan bahwa kami bekerja sama dengan PSSI. Kami juga berdoa agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi,” ujarnya.

PSSI serahkan bukti tragedi Kanjuruhan

Hari ini, PSSI dan Tim Gabungan Pencari Fakta Independen (TGIPF Kanjuruhan Tragedi) menggelar rapat gabungan untuk membahas tragedi Kanjuruhan. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Sekjen PSSI Yunus Nusi hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut.

Riyadh mengatakan PSSI telah menyerahkan bukti mulai dari legalitas pertandingan dan laporan pengawas pertandingan hingga Tragedi TGIPF Kanjuruhan. Riyadh mengatakan laporan itu diberikan kepada tim untuk mendapatkan evaluasi atas kekurangan dan rekomendasi untuk perbaikan kompetisi.

“Kami percaya tidak ada yang sempurna. PSSI tidak sempurna, itu pasti membutuhkan masukan dari semua lapisan masyarakat, angka-angka ini semua berkumpul. Jadi kami berharap sepakbola Indonesia akan lebih baik di masa depan,” kata Riyadh.

Baca juga: FIFA dikabarkan akan terus mendampingi PSSI pascatragedi Kanjuruhan

Leave a Reply

Your email address will not be published.