Tekno  

Kesimpulan Sementara Komnas HAM: Penembakan Gas Air Mata Pemicu Jatuhnya Korban Tragedi Kanjuruhan

Polisi menambahkan gas air mata ke tribun penonton yang membuat Aremania berantakan. Komnas HAM menyatakan bahwa penembakan gas air mata memicu para korban Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. [Tangkap layar Instagram @kabarnegri]

Kesimpulan sementara Komnas HAM tentang Tragedi Kanjuruhan.

SuaraLampung.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan bahwa penembakan gas air mata telah memicu banyak korban dalam Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

Kesimpulan sementara Komnas HAM ini diperoleh berdasarkan pantauan yang dilakukan tim pemantauan dan penyidikan Tragedi Kanjuruhan.

Anggota Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, tim sudah memeriksa rencana pengamanan, prasyarat pertandingan sepak bola, beberapa dokumen, video, dan informasi dari pihak kepolisian dan suporter Arema FC (Aremania).

Lebih lanjut, Anam mengatakan, gas air mata ditembakkan pada Sabtu (10/1/2022) malam sekitar pukul 22.08 WIB.

Baca juga:
Komnas HAM Akui Pelemparan Sepatu Saat Tragedi Kanjuruhan, Bentuk Kemarahan Akibat Tembakan Gas Air Mata Polisi

Awalnya, suasana pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berjalan dengan baik, bahkan setelah pertandingan dinyatakan selesai dengan Persebaya unggul 3-2.

“Kemudian, sekitar 14 hingga 20 menit setelah peluit akhir dibunyikan (oleh wasit), kondisi masih kondusif,” kata Anam.

Setelah itu, beberapa Aremania mulai turun ke lapangan untuk memberikan semangat kepada tim yang mereka dukung.

“Kami melihat detailnya (melalui video yang menjadi bukti). Memang ada suporter yang masuk ke lapangan, tapi untuk menyemangati mereka. Namun, gas air mata memicu kepanikan suporter,” jelas Anam.

Lebih lanjut, Anggota Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menambahkan, Komnas HAM saat ini sedang fokus untuk membuktikan kebenaran tuduhan mereka terkait penggunaan gas air mata sebagai pemicu banyaknya korban tragedi di Stadion Kanjuruhan dengan menunggu hasil tes laboratorium. .

Baca juga:
PSSI: Perwakilan FIFA dan AFC Hadir di Indonesia Berkat Jokowi

“Kalau kita bicara hasil laboratorium, bukan hanya kandungan kimianya, tapi juga analisis kesehatannya. Kita tunggu saja hasil tes laboratoriumnya,” kata Beka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.