Tekno  

Kisah Hujan Besi di Planet Alien Super Panas, Suhu Capai 1000 Celcius

Jakarta, CNN Indonesia

Para astronom baru saja menemukan barium elemen berat di atmosfer dua planet di luar Tata Surya kita. Mereka mencatat bahwa barium adalah elemen terberat yang pernah ditemukan di atmosfer planet.

Mengutip Space, kedua planet itu disebut WASP-76 b dan WASP-121 b. Penemuan unsur terberat dapat mengungkap kondisi eksotik yang ditemukan di dua planet yang disebut Jupiter panas.

Kedua planet tersebut diperkirakan berisi gas dan mengorbit dekat dengan bintangnya. Selain itu, pasang surut planet sering terkunci dengan permukaan bintang yang panas menjadi siang, dan cukup dingin menjadi malam.

Karena mengorbit begitu dekat dengan bintangnya, kedua planet seukuran Jupiter itu mengorbit beberapa hari lebih pendek dari Bumi. Akibatnya, suhu di planet ini juga bisa mencapai 1000 derajat Celcius.

Berkaca pada kondisi tersebut, para astronom menilai kondisi WASP-76 b sangat ekstrim. Itu karena suhu di siang hari bisa naik hingga 2400 celsius.

Suhu tinggi itu cukup untuk melelehkan besi dan logam lainnya. Ketika besi yang meleleh ditiupkan ke sisi yang lebih dingin, ia meleleh dan jatuh ke dalam semacam ‘hujan besi’.

Namun dengan kondisi eksotik dan ekstrim seperti itu, para astronom masih tidak menyangka akan menemukan barium. Unsur ini diketahui 2,5 kali lebih berat daripada besi di atmosfer WASP-76 b atau WASP-121 b.

“Yang membingungkan dan kontradiktif adalah mengapa ada elemen berat seperti itu di atmosfer atas kedua planet ini,” kata Tomas Azevedo Silva, peneliti dan penulis utama studi tersebut.

Ada beberapa hal yang menyebabkan para peneliti tidak menyangka akan menemukan barium. Pertama, gravitasi planet yang tinggi membuat para ahli memprediksi elemen seberat barium akan cepat jatuh ke lapisan yang lebih rendah.

“Ini adalah bagian dari penemuan yang tidak disengaja,” kata Azevedo, yang mengamati dengan Very Large Telescope (VLT ESO) milik European Southern Observatory.

“Kami tidak mengharapkan atau sengaja mencari barium dan harus memeriksa bahwa itu benar-benar berasal dari planet ini karena ini belum pernah terlihat di planet ekstrasurya sebelumnya,” tambahnya.

Di sisi lain, mengutip situs resmi ESO, para peneliti kini penasaran mengapa elemen seberat itu berada di ketinggian seperti atmosfer. “Saat ini kami belum bisa memastikan mekanismenya seperti apa,” kata Olivier Demangeon yang juga terlibat dalam penelitian tersebut.

Meski dalam kondisi ekstrim, planet dengan kondisi seperti WASP-76 b dan WASP-121 b memberikan keuntungan bagi para astronom. “Karena diisi dengan gas dan panas, atmosfer planet seperti ini bisa sangat luas sehingga lebih mudah untuk diamati dan dipelajari daripada planet yang lebih kecil dan lebih dingin,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)


Leave a Reply

Your email address will not be published.