Tekno  

Kisah Nadiem Mengambil Bimbingan Belajar Matematika dan Keinginannya Menghilangkan Diskriminasi

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menyatakan tidak menentang lembaga bimbingan belajar. Menurutnya, dengan bimbingan belajar, siswa dapat meningkatkan kapasitasnya.

“Saya sama sekali tidak anti dengan bimbingan belajar. Bimbingan belajar sangat penting untuk membantu anak melatih dan mengasah logika,” kata Nadiem dalam wawancara khusus dengan Tempo di kantornya pada Jumat, 14 Oktober 2022.

Nadiem mengatakan, yang tidak diinginkannya adalah diskriminasi antara siswa yang mampu dan yang tidak dapat mengikuti bimbingan belajar. Dijelaskannya, banyaknya materi ujian akademik yang telah diujikan dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) membuat mahasiswa ekonomi mampu mengambil banyak bimbingan belajar. Sedangkan siswa yang tidak mampu tidak dapat mengikuti bimbingan belajar.

Kebijakan penghapusan ujian akademik dari SBMPTN 2023, kata Nadiem, bertujuan untuk menciptakan sistem penerimaan yang lebih inklusif dan menampung siswa dari berbagai kelas sosial. “Ini untuk menghilangkan diskriminasi antara siswa dengan tingkat sosial ekonomi tinggi dan siswa di tingkat menengah ke bawah,” katanya.

Nadiem sendiri mengaku semasa kecil pernah mengikuti les di salah satu tutor matematika, Kumon. “Saya bergabung dengan Kumon ketika saya masih di sekolah dasar,” katanya. Adapun NAdiem harus menjalani proses pendidikan dasar hingga SMA pindah dari Jakarta ke Singapura.

Sebelumnya, September lalu, Nadiem mengumumkan perubahan aturan masuk PTN tahun 2023. Salah satunya menghapus ujian akademik di SBMPTN dan menggantinya dengan ujian skolastik penuh. Tes skolastik berfokus pada pengukuran kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. “Kali ini berbeda. Dalam seleksi ini tidak ada lagi ujian mata pelajaran, tetapi hanya ujian skolastik saja,” ujarnya.

Tes skolastik akan mengukur empat hal, yaitu potensi kognitif, penalaran matematis, literasi bahasa Indonesia, dan literasi bahasa Inggris.

Baca juga: Kabar Gembira, Nadiem Hapus Mata Pelajaran Pada Jalur SBMPTN 2023

Pilihan Editor: Puluhan Juta Bimbingan untuk Meraih Program Studi di Dream State University

Selalu pembaruan informasi terbaru. Mendengarkan berita terkini dan berita terpilih dari Tempo.co di saluran Telegram “Pembaruan Tempo.co”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. kamu butuhInstall Aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.