Tekno  

Komisi IV: BPTP Harus Adaptif Perubahan

TAGAR.id, Jakarta – Penggabungan sejumlah lembaga atau instansi ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan sejumlah pekerjaan rumah, salah satunya untuk Kementerian Pertanian.

Berdasarkan Keputusan Presiden nomor 117 Tahun 2022, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) dan Badan Ketahanan Pangan ditiadakan dan muncul badan baru, yaitu Badan Standardisasi Alat Pertanian (BSIP).

Sayangnya, hingga saat ini Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) belum mengeluarkan keputusan terkait tugas dan fungsi atau job description lembaga tersebut. Begitu juga dengan personel dan anggaran.

BPTP juga harus menyesuaikan inovasinya dengan pertumbuhan ekonomi, masyarakat dan komunitas di sektor pertanian.

“Oleh karena itu, melalui forum ini, saya meminta Komisi IV untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait agar proses penerbitan tugas dan fungsinya dapat dipercepat. Sehingga anggarannya dapat ditentukan oleh Komisi IV,” saran Anggota Komisi IV DPR RI tersebut. DPR RI, Azikin Solthan.

Hal itu disampaikannya dalam rapat kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI di Balai Besar Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu, 8 Oktober 2022.

Setiap perubahan instansi di Kementerian Pertanian otomatis juga akan berdampak pada tugas dan fungsi unit kerja di bawahnya, termasuk BPTP sebagai pelaksana pengkajian, perakitan, pengembangan, dan sosialisasi teknologi pertanian.

Di sisi lain, Anggota Komisi IV DPR RI, I Made Urip, mendorong aparatur di BPTP khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan untuk adaptif dengan segala perubahan tugas dan fungsi baru nantinya.

Menurutnya BPTP harus beradaptasi, berinovasi sekaligus dengan tugas baru seperti standardisasi dan sertifikasi di bidang pertanian.

“BPTP juga harus menyesuaikan inovasinya dengan pertumbuhan ekonomi, masyarakat dan masyarakat di sektor pertanian, sehingga standardisasi dan sertifikasi dapat kita lakukan dengan baik untuk mendukung produktivitas pertanian kita,” kata I Made Urip.

Sementara itu, anggota Komisi IV lainnya, Darori Wonodipuro, mendorong BPTP untuk melakukan standardisasi atau penelitian terkait pertanian yang lebih mutakhir di masa mendatang.

“Misalnya pada padi unggul, bagaimana petani bisa mendapatkan hasil produksi yang tinggi tapi rasanya enak. Karena terkadang ada hasil penelitian seperti produksi beras tinggi tapi rasanya kurang enak atau sebaliknya. Jadi keduanya harus dikawinkan,” kata Darori. []

Leave a Reply

Your email address will not be published.