Tekno  

KTT G20 Peluang Indonesia Tunjukkan Transformasi Digital

KTT G20 Peluang Indonesia Tunjukkan Transformasi Digital

  • 18 Oktober 2022
  • 18:20 WITA
  • Nasional

  • Bacalah: 1153 Pengunjung

Ilustrasi, Foto/Sumber: Google

Opini, Suaradewata.com – Sebagai Presidensi di KTT G20, Indonesia memiliki peran yang sangat besar untuk dapat menunjukkan kemajuan transformasi digital yang telah dirintis dan menawarkannya kepada negara lain.

Saat ini paradigma dunia telah berubah menjadi serba digital dengan segala kemudahan akses informasi, sehingga tidak dapat dipungkiri jika suatu negara enggan mengikuti perubahan zaman ini, bisa jadi akan tertinggal sehingga peluangnya berkembang juga akan berkurang.

Apalagi di satu sisi, saat ini setiap negara dituntut untuk bisa mengaktifkan kembali beberapa sektor yang sempat terhambat akibat pandemi COVID-19 dan juga konflik antara Rusia dan Ukraina. Hal ini membuat pentingnya transformasi digital terus didengungkan.

Sementara itu, mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi menegaskan bahwa Indonesia sendiri sebagai Presidensi pada KTT Kelompok Dua Puluh (G20) akan terus mendukung transformasi digital dan akan terus berkomitmen untuk membangun konsensus tentang inklusivitas yang harus terjadi antara negara dengan paradigma besar berupa pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, menurut dia, transformasi digital harus dilakukan secara adil, transparan dan merata.

Lebih lanjut, Muhammad Lutfi menambahkan, transformasi digital dengan paradigma berkelanjutan dimaksudkan untuk mendorong pencapaian beberapa tujuan secara berkelanjutan seperti pengentasan kemiskinan serta upaya penyediaan lapangan kerja yang layak dan pertumbuhan ekonomi. Semua hal tersebut tentunya menjadi kunci kebangkitan negara pasca pandemi Covid-19.

Tidak bisa dipungkiri lagi. Menurut mantan Mendag itu, transformasi digital memang memiliki banyak manfaat dan peluang karena akan mampu mengatasi kesenjangan yang terjadi antara negara yang mungkin kekurangan akses digital dengan negara yang sudah sangat maju. Karena jika ketidakseimbangan antara negara-negara tersebut terus dibiarkan, maka secara otomatis cita-cita untuk bisa bangkit bersama akan semakin sirna.

Pentingnya transformasi digital memang sudah menjadi keniscayaan di era pandemi Covid-19 seperti sekarang dan sesudahnya. Bagaimana tidak, artikel Southeast Asia Region Lead Advisor for Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Lily Yan Ing menjelaskan bahwa setidaknya pada tahun 2020 saja 24 persen perusahaan sudah menerima pesanan secara online dan bahkan lebih dari 40 persen perusahaan sudah menerima pesanan secara online. berhasil melakukan pemesanan secara online juga. Hal ini menunjukkan bahwa percepatan transformasi digital tidak dapat disangkal.

Selain itu, KTT G20 sendiri memang menjadi momentum yang tentunya sangat efektif untuk terus menggemakan transformasi digital, karena semua negara yang tergabung dalam grup akan bersatu padu dalam perumusan berbagai hal yang dapat dilaksanakan bersama, antara lain keamanan data, pedoman adopsi teknologi yang baik untuk pengembangan Artificial Intelligence (AI).

Berkaitan dengan transformasi digital, Indonesia juga telah melakukan hal tersebut dan bahkan berusaha didorong untuk dikenal di kancah internasional. Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika. Menteri Johnny G. Plate saat melakukan kunjungan langsung ke markas Cisco Systems di San Jose dan juga markas Meta di San Francisco di Amerika Serikat (AS). Tujuan dari kunjungan tersebut adalah agar kedua perusahaan teknologi dunia tersebut dapat mendukung Indonesia dalam transformasi digital yang telah dilakukan.

Bahkan, pihak Indonesia juga telah menyiapkan showcase transformasi digital di KTT G20. Tak tanggung-tanggung, konsep yang ditawarkan Menkominfo ini disambut baik dan disetujui oleh VP of Connectivity Policy Meta, Monica Desai, yang mengaku sangat tertarik dengan kolaborasi konsep transformasi digital di setiap aspek kehidupan masyarakat.

Baginya, konsep yang diusung Indonesia pun sangat sejalan dengan bagaimana komitmen Meta untuk dapat memajukan ekonomi digital dan membawa digitalisasi ke seluruh generasi mendatang. Tidak hanya itu, WW Sales & Country Sponsor Cisco, Cassie Roach juga menyambut baik konsep tersebut dengan sangat positif.

Perlu juga dicatat bahwa memang salah satu forum utama di G20 adalah bagaimana semua negara anggota mampu meningkatkan kerjasamanya dalam ekonomi internasional dengan transformasi digital. Salah satu fokus utama yang digagas adalah literasi digital dan talenta digital, yang nantinya akan diarahkan pada peningkatan kesiapan masyarakat dalam kegiatan ekonomi digital.

Sebagai Presidensi G20, Indonesia terus mendorong pemerataan literasi digital dan keterampilan digital bagi seluruh masyarakat. Ini bertujuan untuk menciptakan transformasi digital yang inklusif, di mana semua negara dapat bersatu terlepas dari kepentingan mereka yang berbeda.

Berdasarkan situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, bahwa tujuan utama transformasi digital adalah agar seluruh masyarakat dapat memanfaatkan ruang digital secara lebih produktif dan dinamis demi peningkatan sumber daya manusia yang berkemampuan teknologi. dan juga mampu mendorong tumbuhnya nilai-nilai ekonomi baru. Berkaitan dengan hal tersebut, hingga saat ini Indonesia sendiri sedang dalam proses penyusunan dokumen G20 Toolkit for Measuring Digital Skills and Digital Literacy yang ternyata dapat dijadikan acuan oleh berbagai negara.

Transformasi digital yang dilakukan Indonesia selama ini bahkan telah disetujui oleh perusahaan-perusahaan besar di tingkat internasional. Sebagai Presidensi di KTT G20 juga, bangsa ini terus berupaya untuk mendorong negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama secara inklusif.

Salsa Aulia, Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Leave a Reply

Your email address will not be published.