Tekno  

Mahasiswa FIB Unair Inisiasi Teknologi Manajemen Stres

M. Fachrizal Hamdani, mahasiswa FIB Unair, memiliki ide berupa: jam pintar yang bertujuan untuk membantu mahasiswa mengelola stres melalui pengelolaan dan pengendalian aktivitas kampus yang seimbang. Karena dilihat dari banyaknya aktivitas yang diikuti oleh mahasiswa di lingkungan kampus, membuat mereka rentan terhadap stres dan gangguan kesehatan mental lainnya. Jika dibiarkan terus, bukan tidak mungkin akan terjadi dampak yang lebih buruk.

Lebih lanjut Fachrizal menjelaskan bahwa ide tersebut jam pintar Ia menggagas latar belakang tersebut karena ingin membantu mahasiswa agar mampu mengelola kegiatan baik akademik maupun non akademik yang sering bertabrakan satu sama lain.

Hal ini menyebabkan mahasiswa rentan mengalami kebingungan dalam mengatur dan mengerjakan segala beban kerja dan tugasnya serta berdampak pada munculnya stres dan gejala gangguan kesehatan jiwa, baik ringan maupun berat.

“Kita sebagai mahasiswa seringkali dihadapkan pada dua hal, yaitu kegiatan akademik dan nonakademik, seperti organisasi dan kepanitiaan. Akademik adalah sesuatu yang wajib, namun di sisi lain mahasiswa juga ingin bergabung dengan organisasi, kepanitiaan, dan lain-lain. Masalahnya, orang-orang ini cepat stres jika melakukan semua itu, kan. Saya ingin agar stres siswa nantinya dapat dikendalikan dengan mengelola aktivitas mereka melalui ide-ide jam pintar yang saya inisiasi ini,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Suarasurabaya.net pada Senin (17/10/2022).

Lebih lanjut mahasiswa prodi sejarah ini mengatakan bahwa ide yang diusungnya memiliki beberapa fitur canggih, seperti fitur pendeteksi detak jantung untuk mengukur tingkat kecemasan atau stres pengguna, fitur musik sebagai hiburan, dan fitur berbagi cerita dan dilengkapi dengan sistem kecerdasan buatan.

“Jadi, jam pintar seperti memiliki sistem yang hidup di dalamnya,” kata Fachrizal.

Terakhir, dengan mengambil latar belakang permasalahan di lingkungan kampus, ia berharap ide-ide yang telah dikandungnya dapat segera terwujud. Sebab, ia menganggap gagasan yang diusungnya penting untuk membantu mahasiswa tetap terkendali dan teratur dalam hal manajemen aktivitas dan manajemen stres.

“Saya ingin alat ini terwujud karena saya melihat banyak teman-teman saya yang stres ikut berbagai panitia dan organisasi tapi banyak tugas. Jadi saya ingin membantu mereka melalui alat ini. Namun, saya juga masih membutuhkan pengembang pasti,” kata Fachrizal.

Sebagai informasi, ide Fachrizal berhasil mengantarkannya menjadi juara 2 tingkat nasional pada kompetisi W(E)VOLVE 2.0 dengan tema “Level Up in Enviro(n)Mental Health”, dengan subtema “Stres di Lingkungan Pendidikan”. Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara ini akan dimulai pada 17 Juli 2022 dan berakhir pada 9 Oktober 2022.(rum/ipg)

Leave a Reply

Your email address will not be published.