Tekno  

Mahfud MD Izinkan Media Asing Lakukan Investigasi Independen Tragedi Kanjuruhan

gambar_pdfgambar_cetak

Realitarakyat.com – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, tidak mempermasalahkan media asing ikut serta dalam penyelidikan independen atas tragedi Kanjuruhan.

Salah satu tragedi sepakbola paling mematikan di dunia terus menjadi sorotan dunia. Berbagai tokoh, lembaga, dan pejabat dunia terus menyoroti insiden penyerbuan yang menewaskan 131 korban dan melukai 547 lainnya itu.

Sejumlah media asing bahkan melakukan investigasi independen penyebab pertandingan Arema Malang vs Persebaya Surabaya yang berakhir rusuh hingga menyebabkan ratusan penonton memenuhi stadion.

“Ya tidak apa-apa, bagus, kami tidak melarang,” kata Mahfud, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jumat (7/10/2022).

Mahfud mengatakan laporan investigasi dari media asing juga bisa dilihat dan dicocokkan dengan investigasi dari berbagai instansi. Dia mengatakan publik bisa menilai laporan tersebut.

“Kalau dulu dilarang, nanti kita cocokkan mana yang paling rasional, mana yang paling faktual,” ujarnya.

Salah satu media terkemuka di Amerika Serikat (AS), The Washington Post, menyoroti penggunaan gas air mata dalam artikelnya yang berjudul ‘Penggunaan gas air mata oleh polisi Indonesia yang diinterogasi setelah tragedi sepak bola fatalitas massal’.

Surat kabar AS bahkan melaporkan bahwa pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan suar 40 kali ke arah tribun.

“Sejumlah saksi mata mengatakan kepada The Washington Post bahwa personel keamanan menembakkan gas air mata secara langsung dan tanpa pandang bulu ke kerumunan,” tulis The Washington Post dalam artikelnya.

The Washington Post juga mengutip Kepala Polisi Jawa Timur (Jatim) Inspektur Jenderal Nico Afinta membenarkan bahwa polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

“Pedoman yang ditetapkan oleh FIFA – badan pengatur sepak bola internasional – secara khusus mengecualikan penggunaan ‘gas pengontrol massa’,” tulis artikel Washington Post.

Ada juga artikel lain yang berjudul ‘Bagaimana tindakan polisi di Indonesia menyebabkan naksir maut di stadion sepak bola’ yang secara eksklusif dilabeli oleh The Washington Post.

Artikel itu, The Washington Post, mengatakan 40 peluru gas air mata ditembakkan ke arah massa. Artikel tersebut diklaim dibuat berdasarkan keterangan saksi atas rekaman kejadian yang diperoleh The Washington Post.

Polisi telah menetapkan enam tersangka terkait tragedi Kanjuruhan. Mereka adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.

Lima tersangka lainnya adalah Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Abdul Haris, Petugas Keamanan Arema Suko Sutrisno, Kepala Divisi Ops Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kapolsek Samapta Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Kapolres Malang Raya. Komandan Kompi Brimob Polri inisial AKP Hasdarman. (ndi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.