Tekno  

Memahami 14 Prinsip Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan

Lingkungan merupakan isu yang berkelanjutan dan selalu relevan untuk dibahas. Tanah, air, udara dan seluruh ekosistemnya adalah bagian dari lingkungan. Oleh karena itu, topik perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta prinsip-prinsip pelaksanaannya, menarik untuk dibahas.

Landasan hukum perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009. Dalam Undang-Undang 32/2009, lingkungan hidup didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya. , yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan hidup, dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Eksploitasi lingkungan menimbulkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan mengelolanya. Oleh karena itu, muncullah ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan. Selain itu, dilakukan untuk mencegah pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

Prinsip Pelaksanaan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan berdasarkan 14 prinsip, yaitu tanggung jawab negara, kelestarian dan kelestarian, keserasian dan keseimbangan, keterpaduan, kemanfaatan, kehati-hatian, keadilan, dan ekoregion. Kemudian keanekaragaman hayati, pencemar membayar, partisipatif, kearifan lokal, tata pemerintahan yang baik, dan otonomi daerah.

Untuk memahami lebih lanjut, berikut ini adalah penjelasan mengenai prinsip-prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

1. Prinsip Tanggung Jawab Negara

Asas ini menekankan bahwa negara menjamin bahwa pemanfaatan sumber daya alam akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat, baik generasi sekarang maupun yang akan datang. Selain itu, negara menjamin hak warga negara atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Negara juga harus mencegah penggunaan sumber daya alam yang menyebabkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

2. Prinsip Keberlanjutan dan Keberlanjutan

Asas ini mengandung pengertian bahwa setiap orang memikul kewajiban dan tanggung jawab terhadap generasi yang akan datang terhadap sesamanya dalam satu generasi dengan melakukan upaya pelestarian daya dukung ekosistem dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

3. Prinsip Harmoni dan Keseimbangan

Prinsip ini menekankan pada pemanfaatan lingkungan yang harus memperhatikan berbagai aspek. Aspek-aspek tersebut adalah kepentingan ekonomi, sosial, budaya, serta perlindungan dan pelestarian ekosistem.

4. Prinsip Keterpaduan

Asas keterpaduan menekankan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan memadukan berbagai unsur atau mensinergikan berbagai komponen terkait.

5. Prinsip Manfaat

Asas Manfaat ini menjelaskan bahwa segala upaya dan/atau kegiatan pembangunan yang dilakukan disesuaikan dengan potensi sumber daya alam dan lingkungan. Tujuan dari tindakan tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan martabat manusia yang selaras dengan lingkungan.

6. Prinsip Kehati-hatian

Prinsip ini menjelaskan bahwa ketidakpastian mengenai dampak suatu usaha dan/atau kegiatan akibat keterbatasan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bukanlah alasan untuk menunda langkah-langkah untuk meminimalkan atau menghindari ancaman pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan.

7. Asas Keadilan

Asas keadilan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menjelaskan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus mencerminkan keadilan secara proporsional bagi setiap warga negara, baik lintas wilayah, lintas generasi, maupun lintas gender.

8. Prinsip Ekoregion

Prinsip ini menekankan bahwa setiap tindakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan karakteristik sumber daya alam, ekosistem, kondisi geografis, budaya masyarakat setempat, dan kearifan lokal.

9. Prinsip Keanekaragaman Hayati

Asas keanekaragaman hayati memerlukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dengan tetap memperhatikan upaya terpadu untuk memelihara beberapa komponen yang berkaitan dengan keberadaan, keanekaragaman, dan kelestarian sumber daya alam hayati.

Beberapa komponen yang dimaksud, terdiri dari sumber daya alam tumbuhan dan sumber daya alam hewan, yang bersama-sama dengan unsur nonhayati di sekitarnya secara keseluruhan membentuk suatu ekosistem.

10. Prinsip Pencemar Membayar

Prinsip pencemar membayar memberikan ketentuan yang tegas. Asas ini mengatur bahwa setiap penanggung jawab yang usaha dan/atau kegiatannya menyebabkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup wajib menanggung biaya pemulihan lingkungan.

11. Prinsip Partisipatif

Asas ini mengandung makna bahwa setiap anggota masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung.

12. Prinsip Kearifan Lokal

Asas ini mengandung makna bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.

13. Prinsip Tata Kelola yang Baik

Prinsip ini menentukan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dijiwai oleh prinsip partisipasi, transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan keadilan.

14. Asas Otonomi Daerah

Asas ini menentukan kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Yang dimaksud dengan asas ini adalah bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan memperhatikan kekhususan dan keanekaragaman daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Inilah 14 prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang harus dilaksanakan, dan termasuk dalam rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, yang memuat potensi, permasalahan lingkungan, serta upaya perlindungan dan pengelolaannya dalam jangka waktu tertentu. .

Leave a Reply

Your email address will not be published.