Tekno  

Mengapa Cina rajin membangun kereta berkecepatan tinggi?

Jakarta

China adalah pemilik jalur kereta api berkecepatan tinggi terpanjang di dunia. Industri angkutan umum di negeri Tirai Bambu itu mengandalkan jalur darat berbasis rel. Tentu ada alasan mengapa China memilih mengembangkan kereta cepat secara masif dibandingkan transportasi lainnya.

Dikutip dari CNBC Indonesia, China pertama kali memulai proyek kereta cepat pada 2008. Di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa ini, kereta cepat menjadi bentuk transportasi efisien yang disukai banyak orang.

Hingga 2021, China tercatat memiliki jalur kereta api berkecepatan tinggi hingga 37.900 km. Pada tahun 2030, China menargetkan untuk menambah panjang jalur rel kecepatan tinggi menjadi 70.000 km.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Soegijapranata Unika, Djoko Setijowarno mengatakan, China dengan luas daratan hingga 9,3 juta kilometer persegi perlu membangun jaringan transportasi darat berbasis rel secara masif. Tidak mengandalkan transportasi udara, ataupun jalan tol.

“Belajar dari China, dengan luas daratan (benua) yang cukup luas, salah satu tulang punggung transportasi sebagai penggerak perekonomian mereka adalah konektivitas melalui kereta cepat, bukan jalan tol atau pesawat terbang,” ujar Djoko yang juga menjabat sebagai Ketua Umum tersebut. Divisi Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

“Setelah kereta cepat di China mulai berjalan, mereka memindahkan angkutan barang menggunakan kereta api konvensional, sehingga jalur angkutan barang dan orang benar-benar terpisah, dan frekuensi logistik bisa tinggi dan kompetitif,” lanjut Djoko.

Djoko mengatakan China memiliki kekuatan di bidang teknologi (riset dan pengembangan) dan manajemen logistik yang terencana dan dapat diimplementasikan atau dieksekusi dengan baik.

Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, China juga mengekspor teknologi kereta cepatnya ke berbagai negara di Asia, seperti Laos dan Indonesia. China sedang membangun jalur dan layanan kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota Kunming di China dengan ibu kota Laos, Vientiane.

Sementara di Indonesia, China sedang membangun kereta cepat Jakarta-Bandung dengan panjang lintasan 143,2 km. Nantinya, kecepatan kereta cepat Jakarta-Bandung selama beroperasi bisa mencapai jarak 350 km/jam. Diambil selama 36-45 menit.

Menonton video “Sudah Terkirim, Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Beroperasi?
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

Leave a Reply

Your email address will not be published.