Tekno  

Menkes Sebut PKM Jereweh “Terbaik” Yang Pernah Dikunjungi |

Sumbawa Barat, bidikankameranews.com

Puskesmas Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat menjadi salah satu Puskesmas Terbaik yang dikunjungi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa Barat pada Jumat (14/10).

Kedatangan Menkes didampingi Wakil Gubernur Provinsi NTB Dr. Hj Romi Jalilah bersama Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. HW Musyafirin. MM., Dalam rangka melihat secara langsung 9 Pilot Project PKM yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan di seluruh Indonesia salah satunya PKM Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat yaitu sebagai Pilot Project integrasi 6 layanan primer mulai dari puskesmas tingkat, posyandu tingkat dasar di tingkat desa dan posyandu tingkat gotong royong di tingkat desa. dukuh.

Enam pilar yang dimaksud terdiri dari Transformasi Pelayanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi, Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan.

Sesampai di PKM Jereweh, Menteri Budi Gunadi Sadikin langsung memeriksa setiap ruang pelayanan di PKM Jereweh “Wah ini puskesmas terbaik yang pernah saya kunjungi, semua pelayanannya lengkap,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di sela-sela acara. kunjungan ke media.

Menkes menyampaikan bahwa 6 Pilar Transformasi Kesehatan, yang pertama adalah transformasi pelayanan primer yang meliputi pendidikan kependudukan, pencegahan primer, pencegahan sekunder, serta peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelayanan primer. Kedua, transformasi layanan rujukan dengan meningkatkan akses dan kualitas layanan sekunder dan tersier. Ketiga, transformasi sistem ketahanan kesehatan melalui peningkatan ketahanan sektor farmasi & alat kesehatan serta penguatan ketahanan tanggap darurat. Transformasi kesehatan keempat adalah transformasi sistem pembiayaan kesehatan dengan tiga tujuan; tersedia, cukup dan berkelanjutan. Berikutnya adalah transformasi sumber daya manusia kesehatan, dan yang terakhir adalah transformasi teknologi kesehatan.

Untuk itu, PKM Jereweh telah menerapkan sistem Transformasi 6 Pilar
Untuk menuju jalan perubahan itu diwujudkan dengan mentransformasi sistem kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan telah mencanangkan enam pilar transformasi kesehatan. Pilar pertama adalah transformasi layanan primer. Yakni, transformasi peningkatan pelayanan promotif dan preventif, seperti penguatan upaya pencegahan, deteksi dini, promosi kesehatan, pembangunan infrastruktur, kelengkapan sarana, prasarana, sumber daya manusia, dan penguatan manajemen di seluruh layanan primer di tanah air.

Pilar kedua adalah transformasi layanan rujukan. Dengan meningkatkan akses dan kualitas PKM melalui program sister hospital dengan rumah sakit rujukan dan mengembangkan Center of Excellence, sistem pendukung rumah sakit, serta pendidikan dan penelitian.

“Upaya ini harus dilakukan agar seluruh masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan yang berkualitas baik, tanpa perlu mengantri panjang, apalagi harus ke luar negeri untuk berobat,” kata Hj Ernawati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat. Kantor.

Pilar ketiga adalah transformasi sistem ketahanan kesehatan. Yakni dengan mendorong kemandirian perbekalan farmasi dan alat kesehatan dalam negeri, serta meningkatkan jaringan pengawasan dan penyiapan tenaga kesehatan cadangan dalam merespon ancaman krisis kesehatan.

Pilar keempat adalah transformasi pembiayaan kesehatan. Upaya ini dilakukan dengan menata kembali pembiayaan dan manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta meningkatkan proporsi pembiayaan pelayanan promotif dan preventif melalui penambahan pelayanan skrining dasar, sehingga terjadi transformasi sistem pembiayaan kesehatan. harus mampu menciptakan sistem yang berkelanjutan dan wajar. Secara khusus, sistem pembiayaan yang dapat memberikan pelayanan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia, tetapi juga dalam skala yang dapat ditanggung oleh negara secara berkelanjutan.

Pilar kelima adalah transformasi sumber daya manusia kesehatan, melalui peningkatan kuantitas, distribusi dan kualitas tenaga kesehatan, melalui beasiswa, pemberdayaan diaspora kesehatan, dan pertukaran tenaga kesehatan dengan mitra internasional.

Terakhir, pilar keenam, adalah transformasi teknologi kesehatan. Terdiri dari transformasi teknologi informasi dan bioteknologi. Transformasi teknologi termasuk data besar, kecerdasan buatan, internet of things adalah suatu keharusan. Selain itu, telah terbukti mampu mentransformasi banyak industri. Karena itu, ia meyakini, dengan kemajuan teknologi informasi, industri kesehatan juga akan mengalami transformasi besar-besaran di masa depan. Baik dari segi diagnosis, skrining, maupun pemberian pelayanan kesehatan.

“Sementara, transformasi dari segi bioteknologi dimana perawatannya akan jauh lebih personal, tepat dan menyeluruh, dan jauh lebih bersifat preventif. Perawatan yang sebelumnya berbasis kimia atau radiologis perlahan-lahan akan beralih ke berbasis bioteknologi.” dia berkata

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat telah memberikan inovasi dalam peningkatan kualitas pelayanan primer.

Ada beberapa indikator inovasi yang ia lakukan, antara lain jumlah kontak, rasio rujukan non-spesialis dan rasio peserta JKN yang berkunjung ke FKTP. Indikator ini merupakan komitmen FKTP dalam melaksanakan Sistem Pembayaran Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBK). KBK merupakan program pembayaran yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di FKTP. Penyelenggaraan KBK juga merupakan bagian dari pengembangan sistem pengendalian mutu pelayanan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Kepala Dinas Kesehatan juga menyatakan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa Barat. (edi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.