Tekno  

Menko Airlangga Ungkap Peran Penting Auditor Internal dalam Dukung Kesiapan Indonesia Hadapi Tantangan Global

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

REPUBLIK INDONESIA

KONFERENSI PERS
HM.4.6/579/SET.M.EKON.3/10/2022

Menko Airlangga Ungkap Peran Penting Auditor Internal dalam Dukung Kesiapan Indonesia Hadapi Tantangan Global

Jakarta, 12 Oktober 2022

Berbagai krisis multidimensi mulai dari Covid-19, perlambatan ekonomi global, hingga konflik geopolitik saat ini telah memicu terganggunya rantai pasokan pangan dan energi secara global. Kondisi ini tentu membuat tanggung jawab Indonesia sebagai puncak kepemimpinan global dalam Kepresidenan G20 tahun ini jauh lebih kompleks.

Adanya pandemi Covid-19 juga menunjukkan kepada dunia bahwa ketahanan kesehatan global saat ini masih sangat rentan. Sementara itu, berdasarkan data Indeks Keamanan Kesehatan Globalbanyak negara yang diprediksi masih belum cukup siap menghadapi ancaman epidemi dan pandemi di masa depan.

Menyikapi permasalahan tersebut, Indonesia melalui Forum G20 tahun ini telah mengarahkan kerjasama kelompok besar negara untuk dapat menciptakan hasil yang konkrit dalam mengatasi berbagai permasalahan global, antara lain dengan melakukan reformasi arsitektur kesehatan global melalui harmonisasi standar protokol kesehatan, penetapan Gugus Tugas Gabungan Keuangan dan Kesehatandan alih teknologi produksi vaksin.

Selain itu, Kepresidenan Indonesia pada Forum G20 juga mendorong transformasi ekonomi berbasis digital dan penciptaan kesepakatan global terkait percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan hijau.

“Forum G20 juga telah memfasilitasi transfer pengetahuan dan kompetensi untuk meningkatkan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap pandemi. Diharapkan kerjasama antara satu negara dengan negara lain dapat menghasilkan strategi keluar dari isu pandemi,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan pidato utama secara virtual di Konferensi Nasional The Institute of Internal Auditors (IIA), Rabu (12/10).

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa pergeseran perilaku masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan positif sektor informasi dan komunikasi dalam dua tahun terakhir.

Hal ini juga mendorong munculnya ekonomi digital sebagai kekuatan baru bagi perekonomian nasional. Pada tahun 2020, nilai ekonomi digital Indonesia tercatat sebesar US$47 miliar dan menjadi yang tertinggi di ASEAN. Pada tahun 2022, nilai ekonomi digital Indonesia diprediksi mencapai US$70 miliar dengan tingkat pertumbuhan sebesar 49% (tingkat pertumbuhan tahunan gabungan).

Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital, Pemerintah terus mengembangkan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas digital melalui pengembangan tulang punggung telekomunikasi nasional, seperti jaringan serat optik Palapa Ring sepanjang 12.229 km yang menghubungkan 90 kabupaten/kota, pembangunan menara BTS 4G di 7.900 lokasi, serta pengadaan satelit multifungsi SATRIA yang akan melayani 150.000 titik lokasi, termasuk area 3T .

Dalam pengembangan sektor energi, Indonesia telah memiliki garis kebijakan transisi energi yang dijadikan acuan, yaitu target energi baru dan terbarukan dalam bauran energi yang telah ditetapkan sebesar 23% pada tahun 2025. Kontribusi Bertekad Nasional (NDC) pada tahun 2030 dengan target penurunan emisi sebesar 29%, dan mencapai target Emisi Nol Bersih (NZE) pada tahun 2060. Acuan ini merupakan target utama Pemerintah dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan dampaknya terhadap manusia.

“Ketahanan dan keandalan pasokan energi ke depan akan semakin dibutuhkan. Indonesia diharapkan menjadi negara dengan produktivitas tinggi dan ekonomi yang inovatif. Kita dapat menyaksikan transformasi digital seperti tekfin sebaik memulai mulai mendominasi pasar domestik,” kata Menko Airlangga.

Amanat Kepresidenan G20 pada tahun 2022 menggarisbawahi harapan untuk memobilisasi aksi global, terutama dalam tiga tema utama Kepresidenan G20 Indonesia. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan peran semua sektor, baik publik maupun swasta. Berbagai inisiatif dari pemerintah dan swasta hanya akan terwujud jika isu-isu tersebut kepatuhantransparansi dan akuntabilitas di semua sektor ini tetap terjaga.

“Di sinilah auditor internal harus berperan aktif. Kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas akan menjaga kelangsungan usaha dan menjaga jalannya pembangunan agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” pungkas Menko Airlangga.(dlt/fsr)

***

Kepala Biro Komunikasi, Pelayanan Informasi, dan Pengadilan
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Lianceto

Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, & YouTube: @EconomyRI
Email: [email protected]
LinkedIn: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.