Tekno  

Menteri Nadiem Apresiasi Guru SPK Berpartisipasi dalam Program Guru Memotivasi

Senin, 17 Oktober 2022 – 12:49 WIB

VIVA Edukasi – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi kerjasama para guru Satuan Pendidikan (SPK) yang telah terlibat dalam program pendidikan Pengaktifan Guru yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saya mengapresiasi inisiatif dan kegigihan para guru SPK yang telah terlibat dalam program pendidikan Guru Memotivasi,” kata Nadiem dalam sambutannya melalui video pada pembukaan “Konvensi Nasional SPK ke-5” yang digelar di Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/10).

Menteri Nadiem Makarim

Nadiem mengatakan, program ini jauh berbeda dengan program pendidikan guru sebelumnya karena diperlukan komitmen dan kemauan untuk mengubah pola pikir guru yang baik.

“Guru Aktif adalah pemimpin pendidikan yang berani mengambil risiko, mendorong perubahan, menciptakan inovasi, dalam rangka memenuhi kebutuhan guru,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini program pendidikan Guru Motivasi sedang berjalan untuk generasi keenam dan akan diikuti oleh generasi ketujuh.

Menurut Nadiem, total ada 50 ribu guru mengemudi yang siap menjadi generasi baru dan menjadi pemimpin pendidikan Indonesia seperti kepala sekolah dan pengawas sekolah.

“Saya berharap bapak ibu sekalian di sini terpanggil dan termotivasi untuk menjadi guru mengemudi,” ujarnya kepada peserta konvensi yang terdiri dari guru-guru SPK dari berbagai daerah.

SPK atau yang dikenal dengan sekolah berlabel internasional adalah satuan pendidikan yang diselenggarakan atas dasar kerjasama antara lembaga pendidikan asing dengan lembaga pendidikan Indonesia.

Nadiem menilai SPK mencerminkan gotong royong dan kolaborasi dalam upaya memberikan pendidikan yang berkualitas.

Selain itu, inklusivitas, identitas, dan budaya yang ada di sekolah SPK juga sejalan dengan cita-cita kita mewujudkan generasi Pancasila yang cerdas, kreatif, dengan keragaman global.

“Semua ini merupakan bukti besarnya peran SPK dalam mendukung transformasi pendidikan kita yang sedang kita garap bersama dengan gerakan Belajar Gratis,” ujarnya.

Nadiem mengatakan nilai-nilai positif yang telah dipertahankan oleh SPK di seluruh Indonesia harus lebih dioptimalkan lagi untuk lebih mendukung perbaikan sistem.

Menurutnya, cara yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di satuan pendidikan, yang saat ini sedang didorong oleh Kementerian Pendidikan dan Teknologi dengan program Pendidikan Pengaktifan Guru dan penerapan Kurikulum Mandiri.

“Saya juga mendengar beberapa SPK sudah mulai menerapkan Kurikulum Mandiri. Hal ini sangat penting dalam mewujudkan cita-cita Belajar Gratis,” ujarnya.

Melalui penerapan Kurikulum Mandiri, tambah Nadiem, berarti pendidikan Indonesia benar-benar “merangkul kebebasan belajar-mengajar” dengan memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan pembelajaran yang jauh lebih menyenangkan dan relevan. Tidak berhenti sampai di situ, siswa juga dapat mengoptimalkan bakat dan minatnya melalui “project based learning”.

Nadiem juga mengatakan Kemendikbudristek sendiri akan terus menghadirkan terobosan-terobosan yang berdampak langsung pada perbaikan sistem pendidikan Indonesia.

“Tentu saya berharap seluruh SPK di seluruh Indonesia juga terus berbagi good practice, bertransformasi dan berinovasi, serta bergerak serentak mewujudkan Freedom of Learning,” ujar Nadiem. (DI ANTARA)

Leave a Reply

Your email address will not be published.