Tekno  

Obrolan ‘Happy’ Terungkap Tragedi Kanjuruhan Tercatat di Ambulans Polisi

Miskin

Video yang berisi suara percakapan dua pria yang menyaksikan Tragedi Kanjuruhan dari dalam mobil itu viral di media sosial. Suara kedua pria itu terdengar ‘senang’ melihat aparat keamanan mengejar para pendukung yang turun ke lapangan.

Terungkap bahwa rekaman video yang berisi penjualan ‘bahagia’ itu dilakukan dari dalam ambulans polisi. Kesimpulan itu didapat setelah menelusuri dan membandingkan dua video yang didapat dari media sosial dengan angle kamera yang berbeda namun dalam satu momen.

Dalam video pertama yang direkam dari tribun VIP, terlihat petugas mendorong mundur dari sisi atas tribun. Sedangkan video kedua dari dalam mobil yang menjadi viral karena terdengar seperti penjualan ‘sangat bahagia’.

Poin yang menjadi tolak ukur adalah pencatatan petugas pelayan Rompi biru sedang berjalan ketika petugas mendorong kembali para penggemar ke arah tribun dan menembakkan gas air mata beberapa kali. Pelayan itu direkam dari dalam kendaraan kendaraan. Dalam video lain yang merekam kejadian serupa dari tribun VIP Stadion Kanjuruhan, terlihat 3 mobil medis berjajar di pinggir lapangan.

Setelah menganalisis dan membandingkan kedua video, suara kedua pria yang mengobrol berasal dari mobil medis di tengah. Mobil itu bertuliskan ‘polisi’ di atasnya.

Referensinya, pelayan tepat di depan mobil. Selain itu, ketika kamera di dalam mobil diarahkan sedikit ke kanan, Anda dapat melihat sekilas moncong mobil lain di sebelah kanan. Saat itu, lampu rotator terlihat dari kanan. Nah, dari video yang direkam dari tribun, mobil medis dengan lampu rotator menyala adalah yang paling kanan.

Sedangkan dua orang yang mengobrol itu diduga seorang dokter dan petugas medis dari kepolisian. Ini karena salah satu suara selalu mengakhiri komentarnya dengan kata ‘dok’. Sementara di dalam mobil terlihat topi Tri Brata yang biasa dipakai polisi.

Sejak berita itu disiarkan sebelumnya, tim detikJati telah menghubungi Polda Jatim terkait kebenaran video tersebut. Namun, hingga kini belum ada tanggapan. Untuk itu, tim berinisiatif melakukan pencarian sendiri.

Sebelumnya, video yang berisi percakapan dua tersangka petugas medis dari kepolisian saat menyaksikan Tragedi Kanjuruhan dari dekat viral di berbagai media sosial. Percakapan ‘gembira’ itu terdengar dengan menyebut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan seperti perang.

Video yang berisi percakapan dua petugas tersebut diunggah oleh salah satu akun TikTok @ke*********. Dalam video berdurasi 36 detik itu, terlihat anggota Brimob menghalau pendukung yang turun ke lapangan. Terlihat anggota Brimob dengan tameng dan pentungan terus mengejar suporter hingga ke pagar tribun.

Berikut petikan lengkap obrolan ‘bahagia’ yang menjadi viral

Suara A : Jarang ngeliat ngene.

suara B : Iya dok, perang. Kakek-nenek arek-arek ngawur, Brimob, dok. Nenek Nenek Brimob, meninggal, dok. Nah, itu disikat. Mati nenek ini

Suara A : Lhoo… Itu pecah. (terdengar tertawa)

suara B : Mati kenek iku, dok. Ndelok’en tah, nyonyor banget nyonyor. Wis, siap-siap akeh sabar, dok. Bersiaplah akeh sabar.

Suara A : Iya, diklumpukno disini (terdengar sambil tertawa)

Terjemahan gratis

Suara A : Jarang melihat ini

suara B : Ya, dok, perang. Arek-tanya ngawur, ngawur, Brimob, dok. Jika Anda terkena Brimob, Anda mati, dok. Nah, itu disikat. Mati jika terkena itu

Suara A : Yah… Kepalanya pecah. (terdengar tertawa)

suara B : Meninggal karenanya, dok. Lihat itu benar-benar babak belur. Sudah, siap-siap banyak pasien, dok. Bersiaplah untuk banyak pasien

Suara A : Ya, dikumpulkan di sini (terdengar dengan tawa).

Tonton video”Presiden Arema Menangis Tragedi Kanjuruhan: Saya Siap Bertanggung Jawab
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)

Leave a Reply

Your email address will not be published.