Tekno  

Pasca Tragedi Kanjuruhan, Pemkab Malang Ajukan Dana Rp 580 Miliar untuk Renovasi Stadion

TEMPO.CO, Jakarta – Pemkab Malang mengusulkan dana Rp 580 miliar untuk merenovasi Stadion Kanjuruhan. Pasca tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang dan ratusan orang luka-luka, kondisi stadion di Kabupaten Malang, Jawa Timur, rusak.

“Aplikasinya sekitar Rp 580 miliar, dari kajian tim Cipta Karya (Dinas Perumahan, Permukiman dan Cipta Karya, Kabupaten Malang),” kata Bupati Malang, M. Sanusi, di Kabupaten Malang, Rabu, 12 Oktober 2018. 2022.

Sanusi mengatakan usulan biaya renovasi lebih tinggi dari perkiraan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang menyebutkan dana sekitar Rp 400 miliar. Menurut dia, renovasi Stadion Kanjuruhan akan dilakukan di sejumlah titik yang mengutamakan keselamatan penonton.

Bupati Malang juga telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 800 miliar untuk renovasi stand keliling tersebut.

“Kalau Menpora kemarin antara Rp 400 miliar, pengajuan saya Rp 580 miliar. Untuk tribun keliling, proposal yang saya ajukan Rp 800 miliar, kemarin saya ajukan ke Presiden,” katanya.

Baca Juga: Kronologi dan Penyebab Banyaknya Korban Jatuh Tragedi Kanjuruhan

Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi bersama Ibu Iriana Joko Widodo meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan pascatragedi yang menewaskan 131 orang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, 5 Oktober 2022. Pemerintah membentuk tim pencari fakta independen gabungan (TGIPF) yang diketuai Menko Polhukam Mahfud MD untuk mengetahui secara detail penyebab utama tragedi Kanjuruhan. Foto: BPMI Setpres

Pemerintah Kabupaten Malang juga berencana membangun tugu peringatan tragedi Kanjuruhan di kawasan stadion. Saat ini, pembangunan tugu tersebut masih dalam tahap perencanaan. Pemkab Malang juga telah melakukan komunikasi dengan tim arsitek Universitas Brawijaya.

“Ini masih perencanaan, apa yang akan terjadi setelah final, mengenai pembiayaan baru, saya meminta dewan. Sabar dulu, karena monumen ini untuk selamanya,” katanya.

Tragedi Kanjuruhan terjadi di Stadion Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3. Kekalahan tuan rumah membuat sejumlah suporter turun dan masuk ke area lapangan.

Kerusuhan meningkat karena sejumlah suar dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Aparat gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para pendukung dan akhirnya menggunakan gas air mata.

Dalam tragedi Kanjuruhan, awalnya 125 orang dilaporkan tewas. Namun, jumlahnya meningkat menjadi 132 orang. Penyebabnya adalah patah tulang, trauma pada kepala dan leher serta asfiksia atau berkurangnya kadar oksigen dalam tubuh. Selain itu, ratusan orang dilaporkan mengalami luka ringan dan luka berat.

Baca Juga: FIFA Sudah Ada di Indonesia, Tragedi TGIPF Kanjuruhan Serahkan Hasil Investigasi ke Presiden Jokowi Jumat

Leave a Reply

Your email address will not be published.