Tekno  

Pastika: Digitalisasi Bikin Koperasi di Bali Tumbuh Cepat

Penerapan digitalisasi berbagai aspek pengelolaan koperasi meminimalisir korupsi

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR — Anggota DPD Made Mangku Pastika menilai penerapan digitalisasi pada berbagai aspek pengelolaan koperasi di Provinsi Bali akan membuat lembaga pilar ekonomi ini berkembang lebih cepat dan meminimalisir praktik korupsi.


“Dengan IT atau digitalisasi, semuanya bisa berkembang lebih mudah dan akurat. Termasuk koperasi,” kata Pastika saat reses kepada Koperasi Mitra Karya dan Koperasi Dana Rahayu, di Denpasar, Sabtu (15/10/2022).


Kedua koperasi yang berada di kawasan Desa Sidakarya, Kota Denpasar ini merupakan dua dari 51 koperasi di Pulau Dewata yang telah mengimplementasikan aplikasi yang disiapkan oleh startup “Djoin” PT Solusi Anak Sakti yang digawangi oleh generasi milenial.


Menurutnya, penerapan teknologi informasi pada koperasi juga dapat meminimalisir biaya transaksi dan biaya distribusi. “Demikian pula, teknologi membuat seolah-olah tidak ada batas wilayah dan negara,” kata mantan gubernur Bali itu selama dua periode.


Oleh karena itu, Pastika memotivasi koperasi-koperasi di Pulau Dewata agar tidak memiliki wilayah operasional yang cukup di Bali, melainkan berkembang lebih luas.


Selain itu, lanjutnya, yang tidak kalah pentingnya adalah perlu adanya kerjasama dan sinergi yang saling menguntungkan antar koperasi, dan ada pihak-pihak yang bisa mengatur, sehingga hal-hal yang dibutuhkan koperasi dapat saling melengkapi.


Pastika juga mencontohkan betapa hebatnya Gojek dan Bukalapak, hal itu karena kemampuan pihak-pihak yang menjadi konduktor untuk bisa mengorkestrasikan berbagai kepentingan dan kebutuhan.


“Sekarang sudah ada 51 koperasi yang menggunakan aplikasi dan teknologi yang disediakan Djoin. Kalau bisa, lebih dari 2.000 koperasi di Bali yang menggunakannya, sehingga koperasi menjadi lebih terbuka,” kata Pastika yang juga Wakil Ketua Dewan Kehormatan itu. Dewan DPD RI.


Mantan Kapolda Bali itu juga mengingatkan agar Dinas Koperasi di daerah juga bisa melek teknologi informasi, karena ujungnya juga sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pengurus koperasi.


Sementara itu, Ketua Koperasi Mitra Karya Nyoman Dana mengatakan pihaknya langsung berani bekerjasama dengan Djoin karena melihat antusiasnya generasi muda yang fokus pada penyediaan teknologi untuk koperasi.


Menurutnya, koperasi bisa jatuh karena faktor internal dan eksternal. Fakta internal termasuk ketika ada pengurus yang “nakal”. Sedangkan faktor eksternal ketika ada nasabah yang sejak awal berniat merugikan koperasi. Tentu saja hal ini bisa diminimalisir dengan digitalisasi.


Karena itu, ia berharap ada sinergi antara koperasi dan sistem pengecekan profil calon peminjam kredit di koperasi. Jangan sampai kredit macet di satu koperasi, lalu coba ulangi perilaku yang sama di koperasi lain.


Ketua Koperasi Dana Rahyu Dewa Putu Suija juga mengharapkan hal yang sama, yaitu kerjasama antar koperasi. Terhadap hal-hal yang masih menjadi kendala untuk disempurnakan. Sedangkan contoh koperasi yang sudah baik tentunya patut untuk ditiru dan dikembangkan.

sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published.