Tekno  

Pembinaan Sepak Bola Anak Usia Dini di Kabupaten Mojokerto

Masa Layanan Askab PSSI Mojokerto Berakhir

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemutusan semua kompetisi oleh PSSI tentunya akan berdampak besar bagi perkembangan sepak bola di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, pembinaan pemain juga terancam stagnasi seiring dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan Askab PSSI Mojokerto, per 31 Agustus kemarin.

Bahkan, belum ada satu pun program kompetisi yang dimainkan sepanjang 2022. Khususnya kompetisi usia dini mulai dari Kelompok Usia (KU) 8 tahun, 10 tahun, 13 tahun, dan 15 tahun. Ketua Umum Askab PSSI Mojokerto Imam Suyono menjelaskan, kompetisi usia dini sebenarnya sudah diprogramkan sejak awal tahun.

Namun, krisis keuangan yang melanda Askab PSSI Mojokerto tak mampu melanjutkan agenda tahunan tersebut. Hingga masa jabatan kepengurusan Askab PSSI periode 2018-2022 yang berakhir 31 Agustus lalu, belum ada satu pun kompetisi KU yang berhasil digulirkan. ”Sebenarnya, kepengurusan ASkab PSSI berakhir Agustus lalu. Memang tidak ada kompetisi karena kita tidak punya anggaran,” jelasnya.

Imam menjelaskan, krisis anggaran sebenarnya sudah dirasakannya sejak awal 2022, terutama sejak penyusunan Porprov VII. Meski terlambat, PSSI masih mampu meloloskan tim asuhan Sigit Eko Pramono ke babak utama Porprov Juni lalu. Saat itu, Askab telah mengucurkan anggaran yang cukup besar, yakni hingga Rp 55 juta. jumlah itu berasal dari sumbangan pribadinya ditambah beberapa pengurus.

”Kami terpaksa mandiri menanggung kebutuhan operasional tim karena dari awal tidak dianggarkan. Dan kami hanya mendapat suntikan dana Rp 6,6 juta dari KONI selaku induk olahraga,” ujarnya. Dan setelah Porprov, praktis Askab PSSI tidak lagi beraktivitas hingga akhir masa bakti. Mereka juga tidak berani bermain kompetisi di semua tingkatan usia karena minimnya anggaran.

Nyatanya, keberhasilan memainkan kompetisi KU-8 hingga KU-15 pada 2021 tak mampu menggerakkan Askab PSSI untuk mengulangi hal yang sama. “Karena tahun lalu situasi masih dalam keadaan pandemi Covid-19, jadi hanya beberapa SSB/klub yang ikut. Itupun biaya operasional kompetisi sebagian besar ditanggung klub/SSB peserta. Kami tidak ulangi. itu karena kami merasa kasihan kepada teman-teman atau klub SSB kami yang harus terbebani biaya,” tambahnya.

Dan situasi kini semakin rumit ketika Asprov PSSI Jatim harus menghentikan sementara semua level kompetisi akibat tragedi Stadion Kanjuruhan akhir pekan lalu. Melalui surat bernomor 463/B/PSSI-Jatim/X/2022, seluruh kegiatan pertandingan dari senior hingga usia dini juga ditunda selama sepekan. Dengan demikian pembinaan pemain juga ditunda atau dihentikan sampai ada ketentuan lebih lanjut. ”Kami menunggu setelah ada perintah tindak lanjut dari Asprov PSSI dan juga setelah diadakan Kongres Luar Biasa (KLB) Askab PSSI,” pungkasnya. (jauh/fen)

Leave a Reply

Your email address will not be published.