Tekno  

Pemetaan Batas Desa di Kabupaten Toba Berbasis Teknologi

Minggu, 9 Oktober 2022 | 09:01 WIB

| Penulis:

Editor : Kusnadi

Toba, Info Publik – Pemetaan batas desa di Kabupaten Toba dilakukan dalam rangka perencanaan pembangunan, penyusunan sistem informasi desa, dan pemetaan mitigasi bencana.

Demikian disampaikan Bupati Poltak Sitorus Toba yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Toba, Eston Sihotang, yang membuka acara Sosialisasi dan Diseminasi Informasi Geospasial yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Komisi VII DPR-RI di Hotel Sere Nauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Sabtu. (8/10/2022).

Eston Sihotang mengatakan tahun 2018 ini BIG sudah melakukan pemetaan kecamatan di Kabupaten Toba, selanjutnya akan dipetakan batas desa.

“Tahun 2018, BIG hadir di Toba untuk melakukan pemetaan kecamatan, dan sekarang akan dibuka sosialisasi pemetaan batas desa. Pemetaan ini diperlukan untuk perencanaan pembangunan, sistem informasi desa, dan untuk mitigasi bencana. Dengan ini Sosialisasi dan Diseminasi Informasi Geospasial Pemetaan Batas Desa secara resmi dibuka dan mari kita bahu membahu membangun Toba dari desa,” kata Eston.

Terkait pemetaan batas desa, Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerjasama BIG, Dr Suprajaka MT dalam sambutannya mengatakan, target pemetaan batas desa di Indonesia selesai pada tahun 2024. Oleh karena itu, batas desa di Kabupaten Toba harus disepakati segera.

“Penting agar pengelolaan desa segera diselesaikan untuk good governance dan untuk memberikan kepastian hukum dalam pembangunan desa, targetnya selesai pada tahun 2024, oleh karena itu kepala desa di Kabupaten Toba harus segera membuat kesepakatan batas desa. Satu peta, satu data, satu kepulauan,” kata Suprajaka.

Senada dengan Ketua Pusat Penelitian, Promosi dan Kerjasama BIG, Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. Lamhot Sinaga juga menyampaikan sosialisasi terkait penetapan batas desa di Toba dapat segera direalisasikan dengan bantuan Badan Informasi Geospasial.

“Semoga sosialisasi ini segera membuahkan hasil nyata berupa kejelasan batas desa di Kabupaten Toba, jika ada kesulitan mohon bantuan BIG,” ujar Lamhot Sinaga.

Sebagai kelanjutan dari sosialisasi dan sosialisasi batas desa di Kabupaten Toba, BIG berkomunikasi dengan seluruh kepala desa di Toba melalui grup WhatsApp.

Ringkasnya, sosialisasi ini bertujuan untuk mendapatkan batas desa yang definitif berbasis teknologi dengan koordinat yang pasti.

Selanjutnya batas desa akan ditetapkan dengan Peraturan Bupati Toba (Perbub).

Manfaat yang diperoleh dari batas definitif berbasis teknologi ini dengan koordinat pasti antara lain tidak tumpang tindih penggunaan lahan, data lahan yang pasti, seperti lahan pertanian, pemukiman, dan lain-lain. Kemudian sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan dan peningkatan kualitas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Turut hadir Asisten Pembangunan dan Ekonomi Jonni DP Lubis; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak Perempuan Desa,
Henry Silalahi; Kepala Administrasi Pemerintahan, Saut Sihombing; Kepala Divisi
Badan Perencanaan dan Penelitian, Pengembangan Wilayah dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Toba. (MC Toba pkp/rik)


Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mengutip sumbernya InfoPublik.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.