Tekno  

Penatua Aremania Anto Baret: Kita Harus Jaga Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan

Anto meminta Aremania bertindak mencari keadilan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Tokoh dan sesepuh Aremania (pendukung Arema), Anto Baret mendesak tim penyidik ​​dan penegak hukum untuk transparan dalam tragedi Stadion Kanjuruhan. Hal itu ia sampaikan di depan ribuan Aremania sambil berdoa bersama.


Anto juga meminta Aremania bersabar dalam mengawal secara masif agar kasus ini bisa tuntas. Tragedi yang telah menelan korban jiwa dan melukai lebih dari 200 korban ini harus diungkap agar menjadi jelas agar keadilan dapat ditegakkan.


“Pak Jokowi sudah memberikan instruksi tegas kepada Kapolri, Pak Mahfud Md, Panglima. Oke, mari kita tunggu. Mari kita tetap terkendali. Kami akan membentuk tim yang masif, dan ini akan terus kami awasi,” kata Anto saat memberikan sambutan di depan ribuan Aremania. “Kalau ada satu fakta yang disembunyikan, jika ada fakta yang disembunyikan, saya pribadi akan menjaga itu sampai saya mati,” katanya.


Anto meminta Aremania bersikap hati-hati dan waspada. Menurutnya, sewaktu-waktu bisa saja ada pihak lain yang menunggangi kasus ini sehingga tidak mengusut tuntas. “Kita harus tetap waspada dan waspada. Jangan sampai ada pihak lain yang menunggangi kita. Mari kita aduk gelombang ini setiap hari, kita masukkan ke dalam satu gelas agar energinya kental, sehingga frekuensinya sama,” kata Anto.


Selain ajakan untuk mengawal proses penyidikan, Anto juga mengajak Aremania untuk menghormati hukum. Sebab, kata Anto, hukum adalah panglima tertinggi. “Negara panglima kita ini negara hukum. Semua punya panglima dan panglima adalah hukum, kita harus patuh dan tegakkan hukum. Kita akan kendalikan sampai titik darah penghabisan,” katanya.


Namun, Anto meminta Aremania untuk bertindak mencari keadilan jika Panglima dikhianati. “Ketika seseorang tidak menegakkan hukum, komandan ternyata tidak menjalankan hukum, jadi jangan salahkan saya jika … yo weis podo kamu tahu itu. Jangan takut dengan saksi kejadian ini. Kita menghadapi semua ini. yo bersatu. Salam satu jiwa,” kata Anto. “Arema,” jawab Aremania yang hadir. “Salam satu bangsa,” kata Anto lagi. “Indonesia,” jawab Aremania.


Dalam doa bersama Anto Baret, para Aremaniak membentangkan spanduk tuntutan mereka. Spanduk bertuliskan “Yang Mati Butuh Doa, Yang Hidup Butuh Keadilan”, “Jika Sepak Bola Jadi Persatuan Bangsa, Kenapa Harus Ada Korban” mengiringi iringan doa Aremania untuk ratusan korban yang digelar di teras luar Bundaran Monumen Stadion Gajayana.


Dilaporkan dari Di antara, Kamis (6/10/2022), Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengumumkan penetapan enam tersangka dalam peristiwa Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis malam.


Keenam tersangka tersebut adalah AHL, Direktur PT LIB, AH, ketua panitia pelaksana pertandingan di Stadion Kanjuruhan, SS, satpam, Wahyu SS, Kapolres Malang, H, Brimob Polda Jatim, TSA, Kasat Samapta Polres. Malang.


Para tersangka dijerat dengan Pasal 359 KUHP dan Pasal 360 jo Pasal 103 jo Pasal 52 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022 tentang Olahraga.

sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published.