Tekno  

Persis Solo-PSIM Jogja Bertemu di Trofeo, Wacana Charity Match untuk Aremania

SOLO – Manajemen Laskar Mataram – sapaan akrab PSIM Jogja – ingin membuat program bernama PSIM Empati. Manajemen PSIM berniat menggelar pertandingan amal. Dana yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada suporter Aremania yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan (1/10).

Manajemen PSIM berencana menggelar turnamen segitiga (piala), pesertanya adalah tiga klub besar asal Mataram, yaitu PSIM Jogja, PSS Sleman, dan Persis Solo.

“Keinginan itu ada, hanya saja tidak mudah. ​​Apalagi melibatkan klub lain. Yang kedua pasti juga menyangkut keamanan. Dalam situasi seperti ini, tidak mungkin,” kata Dirut PSIM Bima Sinung Widagdo

Pertandingan bisa digelar tanpa penonton. Namun, menurut dia, pesan perdamaian antar pendukung tidak tersampaikan jika realisasi itu yang dipilih. Pasalnya, dalam pertandingan tersebut, Bima ingin mengusung tema rekonsiliasi tiga kelompok suporter Jogja-Jawa Tengah.

“Jadi tidak apa-apa. Kami menunjukkan bahwa kami peduli dengan membuat gerakan bersama. Jika berbicara tentang ideal, sebenarnya ada penggemar seperti itu, kan? Lebih banyak atmosfer. Tapi, jika tidak bisa, mungkin Anda bisa mencoba menontonnya sampai habis. mengalirkata pria berusia 48 tahun itu.

Sementara itu, saat ditanya soal wacana tersebut, manajemen Persis sama sekali tidak mau memberikan pernyataan resmi.

Di sisi lain, para pendukung merespon positif jika hal ini memang sedang dibicarakan, dan bisa diwujudkan.

“Kalau dilakukan (charity match) bagus juga. Tapi teknisnya harus diperhatikan matang-matang. Jangan sampai piala yang dimaksudkan untuk amal, berakhir dengan sesuatu yang tidak diinginkan, ”kata Koordinator Garis Keras Sambernyawa Didik Purnomo.

Didik berharap gerakan Mataram Is Love yang menggambarkan semangat rekonsiliasi antara suporter PSIM Jogja dan Persis Solo, serta suporter PSIM dan suporter Persis Solo, benar-benar sampai ke akar rumput. Ini bukan hanya sampai ke penggemar top. “Kemarin kami mengobrol dengan teman-teman Brajamusti. Kampanye pertama ke akar rumput tentang perdamaian. Soal duduk bersama di tribun suatu saat pasti akan terjadi dengan sendirinya. Jangan dipaksakan karena keadaan,” jelasnya.

Sementara itu, program Empati PSIM juga akan membuat barang dagangan khusus hasil kerjasama klub PSIM, PSS Sleman, dan Persis Solo. Rencananya, hasil penjualan akan dibagikan kepada para korban di Malang.

Didik mengatakan, sudah ada pembicaraan dengan Brajamusti terkait rencana pengelolaan PSIM. “Secara pribadi dan mewakili masyarakat, dukung setiap gerakan yang bertujuan untuk kemanusiaan. Yang terpenting, hasil gerakan ini benar-benar sampai ke para korban Kanjuruhan,” kata Didik.

Sementara itu, Presiden DPP Pasoepati Maryadi “Gondrong” Suryadharma juga mengakui ide pembuatan barang dagangan kerjasama yang sangat luar biasa. Sebab, seperti berbagi beban penderitaan para korban tragedi Kanjuruhan.

“Saya sangat mendukung ini, terutama untuk kemanusiaan. Harapannya adalah (pembuatan barang dagangan) bisa segera direalisasikan,” jelasnya. (ard/ali/JPG/nis/nik)

Leave a Reply

Your email address will not be published.