Tekno  

Pertama kali Timnas Indonesia lolos Piala Dunia U-20 1979, ternyata menjadi berkah karena diboikot beberapa negara.

BondowosoNetwork.com – Tahun 2023 merupakan tahun yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena tahun itu ada Piala Dunia U-20.

Suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia ketika dipercaya oleh FIFA, sebagai induk sepak bola dunia, untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Dengan resminya Indonesia ditunjuk oleh FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, secara tidak langsung Indonesia berhasil menyingkirkan Peru dan Brasil yang juga mengajukan diri menjadi tuan rumah.

Secara otomatis Indonesia akan mendapatkan tiket gratis ke piala dunia. Dan perlu diketahui, ini bukan kali pertama skuat merah putih bermain di Piala Dunia U-20.

Pasalnya, Timnas Indonesia sempat lolos pada 1979 dan menghadapi Diego Maradona dari Argentina.

Baca juga: Ini Bukti Indonesia Ikut Piala Dunia: Pelopor Pertama Keikutsertaan Negara-negara Asia

Terpilihnya Indonesia sebagai penyelenggara piala dunia U20 2021 membuat skuad Timnas Garuda Indonesia otomatis lolos sebagai kontestan.

Dan Timnas Merah Putih akan bertanding melawan tim terbaik yang lolos melalui babak kualifikasi.

Namun, jauh sebelum menjadi tuan rumah, seperti dikutip BondowosoNetwork.com dari akun YouTube Print IDN, Timnas Indonesia sudah lebih dulu lolos ke Piala Dunia U-20 1979.

Saat itu, Indonesia maju mendampingi Korea Selatan dan Jepang sebagai perwakilan Asia. Seperti mendapatkan rejeki nomplok, Indonesia bisa lolos begitu saja melalui garis dalam kutipan hibah.

Pasalnya, sejumlah negara Asia lainnya menolak mengikuti ajang dua tahunan tersebut. Negara-negara yang tidak ingin bermain di Piala Dunia saat itu adalah Irak, Iran, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Korea Utara.

Baca Juga: MENGINGAT ACHMAD NAWIR: Dokter Yang Jadi Kapten Pertama Timnas Indonesia di Piala Dunia 1938

Saat itu, Asia seharusnya diwakili oleh tiga negara, yakni Jepang sebagai tuan rumah serta Korea Selatan dan Irak.

Pasalnya, kedua negara lolos ke final Piala Asia U-20 1978. Satu tiket milik Irak diberikan kepada semifinalis, yakni Jepang atau Korea Utara.

Negeri Sakura tidak membutuhkannya karena bertindak sebagai tuan rumah, sedangkan Korea Utara juga menolak hadir.

Kemudian kuota diberikan kepada negara yang mencapai perempat final. Selain empat negara yang disebutkan sebelumnya, ada Iran, Kuwait, Bahrain dan Indonesia.

Namun ketiga negara asal Timur Tengah itu juga menolak bersaing. Alhasil, Indonesia merebut tiket Piala Dunia U-20 1979.

Baca Juga: Dikabarkan Dibatalkan Jadi Venue Piala Dunia U-20, FIFA Tetap Daftarkan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai Venue Acara

Selidiki, Irak, Iran, Kuwait dan Bahrain ternyata punya alasan yang sama, sejumlah negara dari timur tengah menolak ikut karena produk coca-cola dari Amerika Serikat adalah sponsor utama Piala Dunia.

Sebagai informasi, pada tahun 1970-an, negara-negara dari kawasan Timur Tengah sedang berperang dingin dengan Amerika Serikat.

Hubungan antar negara memang kurang harmonis pasca perang dunia kedua. Sementara itu, Korut juga menolak tampil karena juga memusuhi Amerika Serikat.

Saat itu mereka berpikir lebih baik tidak ikut Piala Dunia daripada menerima uang dari sponsor yang berasal dari musuh mereka sendiri.

Indonesia tetap menjadi kandidat terakhir di perempat final. Alhasil, Indonesia maju dan mendampingi Korea Selatan sebagai pemenang Piala Asia U-20 1978 dan Jepang sebagai tuan rumah kompetisi tersebut.

Baca juga: Terobosan Lionel Scaloni di Timnas Argentina Jelang Piala Dunia Qatar 2022, Gaya Permainan ke Skuat

Pada pengundian grup, Jepang otomatis masuk ke grup A. Negeri Sakura tergabung dalam satu grup bersama Spanyol, Aljazair, dan Meksiko.

Indonesia berada di Grup B yang terdiri dari Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Sedangkan Korsel berada di grup c yang berisi Paraguay, Portugal, dan Kanada.

Berada di grup neraka, Indonesia tidak bisa berbuat banyak, hasil pertandingan cukup menggambarkan bahwa Indonesia sebenarnya belum siap untuk Piala Dunia.

Skuad Garuda Muda yang terdiri dari sejumlah pemain seperti Bambang Nurdiansyah, Subangkit dan Mundari Karya, berhasil ditepis habis-habisan oleh semua lawannya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.