Tekno  

Petisi Desak Ketua PSSI Mundur 27 Ribu Telah Ditandatangani

TEMPO.CO, Jakarta – Petisi berisi desakan mundur Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan terus bergulir. Petisi yang dibuat di change.org ini merupakan respon atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang.

Kericuhan terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1 pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Dalam tragedi itu 132 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Dalam petisi di change.org desakan pengunduran diri Ketua Umum PSSI yang akrab disapa Iwan Bule ini merupakan bentuk tanggung jawab kepemimpinannya. “Meminta Ketua Umum dan seluruh pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengundurkan diri dari jabatannya, sebagai bentuk penghormatan dan kehormatan. menghormati untuk korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang dan untuk kemajuan sepak bola secara keseluruhan,” tulis petisi di change.org.

Petisi yang dibuat beberapa hari setelah tragedi Kanjuruhan itu kini telah ditandatangani oleh 27.901 orang per Rabu 12 Oktober 2022. Petisi ini menargetkan 35.000 orang untuk menandatanganinya.

Beberapa orang yang menandatangani petisi memiliki sejumlah alasan. Berikut ringkasannya:

“Saya ingin PSSI dan sepak bola Indonesia ke depan lebih baik. Serahkan pengelolaan kepada yang ahli di bidangnya.”

“Saya ingin ada perubahan di PSSI agar bisa lebih baik lagi dalam menyelenggarakan kompetisi.”

“Sebagai ketua PSSI, dia harus memberi contoh jika dia gagal dalam menjalankan tugasnya, terutama ketika ada begitu banyak korban jiwa di bawah pengawasannya.”

Karena PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia harus bertanggung jawab atas tragedi ini.

Permintaan Iwan Bule mundur sebagai Ketua Umum PSSI juga datang dari Presiden Madura United, Achsanul Qosasi. Di laman Twitter-nya ia menulis, “PSSI harus bertanggung jawab dan seluruh pengurusnya harus mengundurkan diri. Sebagai penghormatan kepada korban dan keluarganya,” tulisnya.

Membaca: Jokowi Akan Menerima Presiden FIFA pada 18 Oktober

Lantas apa jawaban Iriawan terkait desakan mundur itu? Iriawan mengatakan masih banyak masyarakat (netizen) yang tahu dan juga tidak tahu tentang regulasi sepakbola, khususnya di Indonesia.

“Kalau mereka berkomentar mungkin tidak tahu aturannya, silakan baca aturannya. Bagaimana mau berhubungan dengan saya, setiap pertandingan ada di mana Panpel (panitia penyelenggara kompetisi) harus bertanggung jawab,” kata Iriawan di Malang, Selasa , 4 Oktober 2022 .

Menurut dia, tidak ikut campur dalam hal teknis, seperti pertemuan dengan polisi dan operator Liga 1 atau PT Liga Indonesia Baru (LIB). “PT LIB juga di luar. Ini semua tanggung jawab Panpel, itu aturannya. Kalau netizen bilang begitu, maaf saya tidak tahu dasarnya apa,” kata Iwan Bule.

Baca: Kata Ketua PSSI Usai Kantor FIFA di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.