Tekno  

Polda Maluku: Perlu Izin Pameran Piala Dunia di Ruang Terbuka

Saat ini, polisi mengantisipasi konflik di Maluku.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON — Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menyampaikan kepada seluruh masyarakat jika akan menonton bersama (Nobar) sepak bola Piala Dunia di tempat terbuka, diperlukan izin. Piala Dunia 2022 akan digelar di Qatar mulai 20 November hingga 18 Desember 2022.

“Menurut kami untuk Nobar di rumah-rumah dan kafe tidak perlu minta izin, kecuali di tempat terbuka yang banyak orangnya, itu perlu dan perlu izin,” ujar Kabid Humas Daerah Maluku Polisi, Kombes M Roem Ohoirat, di Ambon, Senin (14/11/2022).

Saat ini, polisi mengantisipasi konflik di Maluku. Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). “Tentu untuk euforia Piala Dunia, kita tahu dimana-mana, tidak hanya di Maluku pasti terjadi. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat, harap euforia namun tetap menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat,” imbau Roem.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon juga mendukung pelarangan parade kemenangan tim sepak bola di Piala Dunia 2022. “Dinas Perhubungan sangat mendukung pelarangan pawai Piala Dunia 2022 di Ambon, jadi kalau polisi melarang lebih baik karena kebijakan ada di kepolisian,” kata Kepala Dishub Robby Sapulette.

Robby mengatakan, setiap ada pertandingan sepak bola selalu menimbulkan euforia luar biasa di Kota Ambon, terutama bagi suporter Belanda. Biasanya, pawai pendukung Belanda dan tim pendukung lainnya selalu menimbulkan kekacauan di jalan-jalan.

“Seperti demam Piala Dunia, apalagi Kota Ambon memiliki salah satu pendukung terbesar tim sepak bola, Belanda. Dari tahun ke tahun, baik Piala Dunia maupun Piala Eropa, euforianya luar biasa,” ujarnya.

Lanjutnya, selama ini pawai sepakbola selalu menimbulkan kerugian dari berbagai pihak. Untuk itu ia mengimbau agar saat perhelatan Piala Dunia sudah dimulai, tim pendukung bisa merayakan kemenangan di lokasi masing-masing, tidak perlu turun ke jalan.

“Kalian cukup merayakan di lokasi masing-masing, jangan keluar ke jalan lagi karena akan berdampak pada keselamatan diri sendiri, orang lain, dan fasilitas umum. Kami juga memiliki kewenangan bersama kepolisian untuk mengawasi ini bersama-sama,” kata Robby. .

sumber : Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published.