Tekno  

Presiden FIFA Hadiri KTT Positif G20 untuk Sepak Bola Indonesia

baliribune.co.id | Badung – Kehadiran Presiden FIFA Gianni Infantino ke Indonesia dan Bali pada puncak KTT G20, 15 dan 16 November 2022 di Nusa Dua, memberikan harapan tersendiri bagi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga RI Gunawan Suswantoro, di Jimbaran, Badung, usai penutupan pelatihan pelatih sepak bola Diploma C PSSI Eks Timnas Senior, Senin (14/11). .

Gunawan Suswantoro mengatakan Presiden FIFA datang ke Indonesia dua kali dalam waktu kurang dari sebulan. Pertama, beberapa hari setelah tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, yang menewaskan lebih dari 100 orang.

“Saya melihat kehadiran Presiden FIFA di Kanjuruhan dan besok di G20 menjadi bukti bahwa FIFA sangat concern terhadap sepak bola Indonesia guna mengakselerasi sepak bola nasional,” ujarnya.

Mantan Sekjen Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) itu mengatakan, ke depan manajemen sepak bola akan dikawal dan dikelola dengan baik agar sepak bola Indonesia semakin maju.

Saat ini, kata dia, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memiliki tekad yang kuat untuk memajukan sepak bola Indonesia melalui Lima Program Prioritas di Kementerian Pemuda dan Olahraga khususnya dalam rangka peningkatan reformasi birokrasi. dan mendukung pelaksanaan Grand Design Olahraga Nasional (DBON). ).

Ia menilai Grand Design Olahraga Nasional akan terwujud dengan kerja sama kolaboratif berbagai pihak termasuk PSSI. Kehadirannya pada penutupan acara pelatihan pelatih tersebut menjadi dukungan tekad PSSI untuk mencetak pelatih handal.

“Ini bukti Kemenpora bersinergi dan mendorong PSSI untuk berkolaborasi baik di pusat maupun di daerah, sehingga pelatihan ini menjadi program kaderisasi dalam rangka memajukan sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Dikatakannya, pemerintah sangat mendukung program kemajuan di bidang olahraga khususnya sepak bola dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola nasional.

Ia menjelaskan, dengan keluarnya Inpres tersebut, Kemenpora merasa tertantang untuk menangkap momentum dan menghasilkan output atau dampak positif bagi sepak bola Indonesia, salah satunya mendukung regenerasi kepelatihan.

“Ini tantangan untuk mengembangkan sepak bola Indonesia. Kebetulan Menteri baru (Zainudin Amali) sedang mempersiapkan sepak bola Indonesia untuk mendunia. Kita harus yakin menunjukkan bakat sepak bola di tingkat dunia,” ujarnya.

Ia berharap 24 pelatih yang telah mendapatkan pelatihan ini dapat bekerja dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan sepakbola Indonesia.

“Saya membayangkan dengan melihat potensi yang ada, bakat-bakat eks timnas mampu melahirkan kader-kader sepakbola Indonesia yang bisa membawa nama besar Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pelatihan terus dikembangkan tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi dari segi distribusinya di seluruh provinsi dan 514 kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Nanti Indonesia punya pelatih-pelatih handal, kita yakin ke depan pesepakbola Indonesia dari kita, oleh kita dan untuk kita. Tidak apa-apa kalau sekarang pelatihnya masih dari luar. Kita harus punya keyakinan yang sama dengan mengadakan pelatihan pelatih seperti ini, sepak bola Indonesia akan lebih maju,” ujarnya menanggapi pertanyaan awak media terkait pelatih timnas dari luar Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.